Senin, 16 September 2013

Cemburu si Janda Kempling Tetangga Main Burning


nah-sub 

HIDUP dalam status janda kempling, membuat Ny. Kamsiyah, 42, dicemburui Ny. Dasmi, 45, tetangga sendiri. Curiga suaminya ada main dengan sijanda kempling, istri Jioto, 46, ini jadi mata gelap dan tega main burning (bakar). Tentu saja Ny. Kamsiyah mbanyaki, karena wajah dan dadanya dibakar orang. Jadi janda muda dan cantik, sering membuat wanita itu serba salah. Agak tampil beda sedikit saja, sudah dicurigai para wanita kanan kiri bahwa mau menjerat suami mereka. Sebab para ibu memang juga sangat mafhum, bahwa kaum lelaki itu mayoritas tak tahan melihat pantat dan indomilk ukuran gede. Padahal sesungguhnya terpulang pada karakter si lelaki itu sendiri, punya iman atau mau memanjakan “si imin”.
Kamsiah memang belum lama menyandang status janda. Wajahnya yang ayu dan seksi, para lelaki tetangga kanan kiri menyebutnya sebagai randa kempling yang enak dipithing (dipeluk). Bodi dan tipenya memang mirip Vitalia Syesya inceran Ahmad Fathanah si daging impor, tapi belum juga berhasil nyosorrrr. Kalau ada sedikit perbedaan, Kamsiyah lebih tua dan dia tak punya rejeki sebagus Vitalia Syesya.
Demikianlah, suami Dasmi yang orangnya memang supel, bergaul dengan si janda muda tanpa beban. Namanya juga bertetangga. Kelakar dan canda sering saling lempar antara Jioto – Kamsiah. Sak glugut pinara sasra (baca: rambut dibelah tujuh) pun tak ada niat macem-macem di antara keduanya. Jioto sekedar bergaul, tak ada niat untuk menggauli.
Sebaliknya Ny. Dasmi ini orangnya memang kurang pendidikan, wong sekolahnya saja hanya sampai SMP, kelas jauh pula. Menyaksikan suaminya suka guyonan dengan Kamsiah, dan wanita itu menanggapi renyah, menarik kesimpulan bahwa keduanya memang ada main. Dasmi pernah menegur suaminya, jangan suka cengengesan dengan janda muda, tapi Jioto hanya nyengenges pula.
Karena gaya canda keduanya tak juga bisa dihentikan, Dasmi jadi cemburu. Dengan kesimpulan bahwa si janda kempling sudah selingkuh dengan suaminya, dia beranggapan bahwa janda gatel itu selayaknya diberi pelajaran. Karenanya, beberapa hari lalu dengan membawa pemantik api dan bensin, dia melabrak ke rumah Kamsiah.
“Kula nuwun….,” begitu kata Dasmi seperti laiknya orang bertamu.Tuan rumah pun menjawab “mangga” dan membukan pintu. Tapi begitu tampak wajah ayu sijanda, bensin langsung disiramkan ke muka Kamsiah dan pemantik api dinyalakan. Keruan saja wajah dan dada sijanda terbakar. Gegerlah warga Kelurahan Bago, Kecamatan Kota  Tulungagung. Penduduk berusaha menolongnya dan karena lukanya tak begitu serius, nyawa Kamsiah masih bisa diselamatkan. Cuma kemungkinan akan ada bekas luka/cacat di wajahnya.
Ny. Dasmi kini ditahan. Sedangkan Ny. Kamsiah mengaku sama sekali tak ada hubungan istimewa dengan Jioto. Semua sebatas pergaulan antar tetangga, karena sebentar lagi sudah ada lelaki yang akan mengambilnya sebagai istri. “Jadi buat apa saya merebut suami orang,” kata Kamsiah dengan wajah berbalut laksana mumi.
Semoga calon suami tak kecewa dengan wajah edisi baru. (KC/Gunarso TS)


(sumber) 

Kamis, 12 September 2013

Serangan Tengah Malam Menggunakan Ilmu Hitam

nah-sub  


KELAKUAN Minggus, 43, benar-benar seperti ayam jago. Kepada emaknya doyan, pada anak tiri makin ketagihan. Di kala Valerin, 16, anak tirinya tidur lelap, dengan menggunakan ilmu hitam berlangsunglah “serangan” tengah malam itu. Sekian kali dibombardir tengah malam, Valerin hamil dan Minggus jadi urusan polisi Polsek Payahe, Maluku Utara.
Tahukah Anda kelakuan ayam jago? Di samping suka berkokok tengah malam, dia tak pernah punya timbang rasa saat menyalurkan libidonya. Ketemu induknya hayo, ketemu anaknya juga tidak nolak. Apa lagi ayam jago kepala hitam macam Minggus ini. Di tengah malam suka juga dia asah “taji”, dengan sasaran si anak tiri, Valerin. Semunya berlangsung mulus saja, karena baik ibu maupun anaknya sengaja disirep (dibuat terlena) dengan ilmu hitam.
Saat menikah dulu Minggus memang ketemu perempuan yang sudah memiliki beberapa anak, sehingga dia sekedar jadi “generasi penerus”. Anak pertama sang istri, kala itu baru berusia 6 tahun, dan setahun kemudian Minggus memberinya adik. Makin ramailah keluarga Minggus, karena 10 tahun berumah tangga telah lahir 3 anak dari rahim sang istri.
Setelah berangkat dewasa, Valerin yang dulu masih nampak imut-imut, kini bodinya sungguh amit-amit. Sekel nan cemekel, kata orang Jawa. Anehnya, meski bocah ini termasuk kalangan dalam, Minggus memandangnya secara lain, penuh dengan nafsu. Jadi seperti Konvensi Capres Demokrat; meski orang dalam parti tapi ikut berkompetisi dan berusaha untuk menang.
Begitulah Minggus. Lantaran didorong-dorong oleh setan, dia ingin sekali jadi “pemenang”-nya dan menjadikan Valerin sebagai tokoh alternatif dalam urusan ranjang. Bila ibarat mobil ibunya ini sudah produksi tahun lama, Valerin masih banyak dipajang di show room dan dealer. “Bisa bikin deg-degan dan sangat nyaman di bawah lambung,” kata setan yang rupanya demen minum kopi, mencoba mempengaruhi.
Valerin karena sudah beranjak dewasa, tidurnya sudah misah di kamar sendiri. Ini justru sangat menguntungkan bagi Minggus. Tengah malam bila istrinya sudah larut dalam mimpi, diam-diam diam masuk ke kamar anak tirinya tersebut. Berkat ilmu hitam entah pemberian siapa, tidur Valerin menjadi semakin pules. Akibatnya saat diraba-raba dan kemudian digauli bak seorang istri, sama sekali tidak berontak.
Serangan tengah malam itu berlangsung secara rutin.  Pernah sekali ilmu hitam Minggus kurang mateng, sehingga saat disetubuhi ayah tiri dia terjaga dan mencoba berontak. Tapi dengan sedikit ancaman, Valerin pun bertekuk lutuh dan berbuka paha. Ibarat buku, Valerin selesai dibaca hingga halaman terakhir.
Kelakuan Minggus yang mirip ayam itu terungkap ketika tubuh Valerin nampak semakin gemuk, terutama di sekitar perutnya. Dibawalah ke bidan. Ternyata gadis ABG itu dinyatakan hamil 4 bulan. Tentu saja sang ibu terperangah. Makin terperangah lagi saat Valerin mengaku bla bla bla…..bahwa pelakunya Minggus ayah tirinya. Kontan istri Minggus ini lapor ke polisi, melaporkan suami sendiri.
Minggus segera dijemput di rumahnya, Desa Wama kecamatan Oba Selatan, Kabupaten Tidore. Meski tangan sudah diborgol, masih juga mencoba kabur, tentu saja dengan mudah bisa diringkus kembali.  Kata Minggus dalam pemeriksaan, hanya sekali Valerin “rewel” saat diperlakukan sebagai istri, tapi ke sononya aman-aman saja.
Kok ke sono-sono segala, mau ke mana sih? 

(sumber) 

Minggu, 08 September 2013

Buruk Peruntungan Anak Perut Istri yang Dibelah

nah-sub 
BODO banget Karnel, 25, jadi orang. Bikin anak dikiranya seperti bikin dodol saja, baru nikah Juli lalu bulan September kok sudah menuntut istrinya segera hamil. Ketika bidan menyatakan istri masih negatif, di rumah langsung saja perut Yesinta, 23, dibelah dan dikeluarkan ususnya. Tentu saja wasalam.
Anak selalu menjadi dambaan keluarga. Makanya keluarga yang sudah menikah bertahun-tahun belum juga diberi momongan, menjadi gelisah. Jangan-jangan istri mandul atau suami yang letoy. Tapi itulah peruntungan orang. Kadang 10 tahun menikah baru punya momongan. Tapi banyak pula, baru setahun menikah langsung punya anak. Dan di era gombalisasi ini, banyak pula menikah baru dua bulan anak sudah mbrojoli (lahir) akibat kecelakaan lalulintas di atas ranjang.
Karnel yang tinggal di Desa Tanjung Barus, Kec. Barus Jahe, Tanah Karo, Sumut, baru menikah beberapa bulan lalu. Istrinya Yesinta, bekas TKI Malaysia yang baru 6 bulan pulang kampung. Begitu ada perempuan nganggur langsung saja ditubruknya, diajak nikah. Ternyata Yesinta mau dan segeralah mereka mendaftarkannya perkawinan itu di gereja. Sejak Juli 2013 lalu, mereka telah resmi sebagai suami istri.
Sebagai lazimnya pengantin baru, rajinlah mereka mengadakan “serangan umum” non 1 Maret 1949. Namanya kendaraan baru, giat sekali Karnel memacunya. Siang malam direyen, tapi karena belum ada 1.000 Km belum berani buat boncengan. Agaknya dia sudah punya target, segera punya anak. Rupanya dia sudah punya master plan jangka panjang. Punya anak pada umur 25 tahun. Saat pensiun nanti sudah tidak pusing membiayai pendidikan anak-anak.
Tapi Karnel lupa bahwa bikin anak tak bisa disamakan dengan bikin dodol. Baru nikah bulan Juli, awal September kemarin sudah dibawa ke bidan desa untuk mengecek kehamilan. Ternyata bidan mengatakan, masih negatif alias belum hamil. Rupanya Karnel jadi kecewa sekali dengan peruntungan nasibnya. “Kenapa belum hamil, jangan-jangan istriku mandul.” Tuduhnya dalam hati.
Bila pasangan lain terus bersabar dan terus berusaha, beda dengan Karnel. Tiba di rumah dia marah-marah dan menyalahkan istrinya. Kenapa benih sudah begitu banyak ditabur, tak juga kunjung panen? Yesinta pun menjelaskan bahwa tak semua benih bisa tumbuh dan panen, karena tergantung lahannya musim kering atau musim basah. “Memangnya kedelai, 4 bulan tanam sudah bisa jadi tempe.”
Kesal karena istri tak mengakui kemandulannya, Karnel pun ambil golok. Tanpa belas kasihan sama sekali, perut istrinya langsung disodet hingga terbelah. Begitu usus terburai, serta merta diacak-acak, dicari janinnya ngkali. Tentu saja Yesinta tewas di tempat. Gegerlah warga desa, dan polisi pun segera mengamankan Karnel lelaki yang tak sabaran itu.
Sadis, istri dianggap macam daging kurban saja. (JPNN/Gunarso TS) 

sumber poskota

Kamis, 05 September 2013

Pemerkosa Ini Pingsan, Dengar Korban Derita HIV

 Ilustrasi: Thinkstock


DREAMERSRADIO.COM -
Peristiwa ini sepertinya harus menjadi pertimbangan bagi para pelaku pemerkosaan. Pasalnya seorang pemerkosa di Kota Manchester, Inggris terkejut ketika dirinya diberitahukan kalau korban menderita HIV. Bahkan sang pelaku sempat pingsan dan dibawa ke rumah sakit.
Kejadian tersebut berawal ketika Richard Thomas memperkosa salah satu tetangganya dalam kondisi mabuk. Thomas pun mengetahui kalau wanita yang diperkosanya sakit-sakitan. Tetapi dirinya tak mengira kalau wanita tersebut sakit karena menderita HIV.
Akibatnya, ia pun mengalami pingsan, kini pria berumur 27 tahun tersebut dijadwalkan menjalani tes pada Jumat 6 September mendatang. Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah Thomas tertular HIV dari korbannya.
“Ini salahnya sendiri. Dia tidak perlu berada di situasi ini jika tidak melakukan pemerkosaan,” ungkap pengacara Thomas, Virginia Hayton, seperti dilansir dari BBC.
Thomas mendapat hukuman penjara lima tahun empat bulan dari pengadilan. Jika Thomas benar tertular, dia akan tetap menjalani perawatan dari balik dinding penjara.

sumber yahoo

Rabu, 04 September 2013

Siswi SMK Dinodai Kakak Kelas

ngasude278 
BOGOR (Pos Kota) – Remaja lulusan SMK memperkosa seorang ABG yang masih menimba ilmu di sekolah, tempat pelaku dulu bersekolah. Perbuatan DH 17, yang memperkosa adik kelasnya yang masih duduk di kelas 2, mengantarnya ke jeruji besi.
Sebelum diserahkan ke polisi warga Tanah Sareal, Kota Bogor ini, terlebih dahulu di keroyok massa. Sementara korban warga Bogor Barat, trauma, akibat hilangnya keperawanan.
Pelaku ditangkap petugas Senin (26/8) malam. Kasus itu berawal dari pertemuan korban dengan pelaku usai pulang sekolah. “Pada Sabtu (24/8) sekitar pukul 14.00, pelaku menemui korban yang baru pulang sekolah. Korban diajak main ke rumah temannya di Depok. Karena pelaku alumni dari sekolah tersebut dan saling kenal, korban mengiyakan,”kata AKP Condro Sasongko, Kasat Reskrim Polres Bogor Kota.
Korban dan pelaku menumpang KRL dan turun di Pondok Cina Depok. Menjelang malam, korban sempat meminta untuk pulang, namun ditahan oleh pelaku. “Saya dikasih minum air mineral. Nggak lama dari minum air itu, saya dilanda kantuk berat dan langsung tidur,”kata korban di Mapolres Bogor Kota Selasa (27/8) pagi.
Ia baru mengetahui, dirinya telah diperkosa setelah sadar dari pengaruh air mineral Minggu (25/8) pagi. “Beberapa kancing baju seragam saya terbuka, serta ada bekas noda darah di baju seragam , saya telah disetubuhi pelaku,”ujarnya.
Korban mengaku langsung menangis. Namun pelaku menenangkannya dengan berjanji, akan mengantarnya pulang. “Mungkin dia takut, sehingga saya diturunkan di jalan sebelum mendekat ke rumah,”paparnya.
Kakak korban yang curiga dengan perubahan sikap adiknya serta isi SMS pelaku di ponsel korban, membuat keluarga marah.
Pelaku lalu dipancing dengan memakai nomor HP korban. Beberapa kali dipancing, pelaku datang. Keluarga dan warga yang sudah siaga, langsung melakukan pengadilan jalanan.Beruntung nyawanya tertolong oleh petugas yang tengah patroli.
Pelaku mengakui perbuatannya namun ia menyangkal, meracuni korban, sebelum melakukan aksi bejatnya. “Benar saya melakukan hubungan badan dengan korban sebanyak tiga kali di kosan teman di Pondok Cina Depok. Saya suka sama dia. Sebelumnya saya menonton film porno,”papar DH.
Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Condro Sasongko menambahkan, karena lokasi pemerkosaan berada di Pondok Cina Depok, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polres Depok.(yopi)

sumber poskota

Habis “Diuleg” Lelaki Lain, Tewas Dibunuh Suaminya

dia-2-sep   
PENGANGGUR itu memang sensitif. Dengar istri “diuleg” lelaki lain gara-gara kepenganggurannya, Enggar, 30, jadi mata gelap. Begitu Rina, 24, tiba di rumah langsung saja kepalanya digetok pakai ulegan sambel hingga wasalam. Pada tetangga bilang istri mati jatuh dari motor, mana percaya.
Pengangguran atau bisa disebut juga “panji klanthung”, memang profesi yang tak pernah beres ditangani pemerintah. Dari jaman Orde Baru hingga reformasi sekarang, angka pengangguran selalu bertambah. Apa lagi setelah UMP dinaikkan jadi Rp 2,1 juta untuk Jakarta, jumlah para tuna kerja di Ibukota semakin bertambah. Ditambah kaum preman Tanah Abang yang kehilangan “obyekan” gara-gara PKL ditertibkan, makin pusinglah Muhaimin Iskandar Menakertrans kita.
Enggar memang bukan warga Ibukota, tapi nganggurnya dia juga menjadi beban negara. Di Batam sana, orang nganggur tak dapat tunjangan apa-apa, beda dengan di Negeri Belanda, penganggur dapat tunjangan pemerintah, sehingga pikirannya bisa tenang, tak macem-macem. Seperti sekarang ini, gara-gara jadi panji klanthung, dia minder bergaul dengan para tetangga dan handai taulan. Dan gara-gara itu pula, perasaannya jadi senstitip sekali. Ada orang bisik-bisik saja, dikiranya membicarakan dirinya.
Untung saja Enggar punya istri yang bekerja jadi SPG perusahaan minuman. Jadi meski dia tak bisa cari nafkah, dapur tetap bisa ngebul karena usaha istrinya. Namun demikian, di mana harga diri dan tanggungjawab suami? Tugas suami kan mencari nafkah buat keluarga, sedangkan istrinya kan di rumah cukup mamah karo mlumah (makan dan melayani di ranjang).
Sebagai tenaga SPG, Rina memang lumayan seksi menggiurkan. Berkat penampilannya yang menawan, mempermudah dia cari pelanggan. Paling tidak kaum lelaki, mau membeli minuman yang ditawarkan Rina kan karena berharap juga siapa tahu bisa “minum” penjajanya. Nah, salah satu pelanggannya itu ada yang menjadi pelanggan istimewa. Maksudnya, dia ketemu Rina tak selalu urusan minuman yang dijajakan,  tapi ada keperluan khusus yang lebih istimewa dan signifikan.
Sejak Rina kenal si lelaki  itu, pelayanan kepada suami menjadi tererosi. Dalam urusan ranjang misalnya, kini perempuan SPG itu menjadi jual mahal. Artinya tak semua permintaan suami dilayani. Jadi seperti minum obat dari dokterlah. Biasanya 3 kali seminggu, sekarang jadi tiga minggu sekali sesendok makan. Bila nafsu berlanjut, tutup rapat-rapat di tempat yang sejuk dan bebas sinar matahari.
Ini Enggar masih bisa memahami. Yang tak bisa memahami,  dia sempat membaca sebuah SMS untuk istrinya bahwa diajak seorang lelaki ke suatu tempat. Meski hatinya sudah dibakar cemburu, dia mencoba meredamnya. Dan ternyata benar, Irna minta izin pergi dengan alasan tugas kantor. Duh, duh, pikiran Enggar jadi macem-macem. Pasti istrinya tak sekedar menjajakan minuman, tapi menjajakan juga “indomilk” miliknya juga.
Dugaan Enggar makin menguat, karena pukul 01.00 dinihari istrinya baru pulang. Ributlah suami istri itu di rumah kostnya, lantai tiga Windsor Centre Nomor 05, di depan Hotel Hai-Hai, Nagoya, Batam. Saking cemburunya, Enggar tega memukul kepala istrinya pakai ulegan hingga tewas seketika. Untuk mengelabui, dia pura-pura lapor tetangga bahwa istrinya habis jatuh dari motor. Tapi warga curiga dan dilaporkan ke polisi. Kedok Enggar pun terbongkar. Sementara istri dimakamkan, dia mendekam di Polsek Lubuk Baja.
Munthu kang untuk nguleg sambel, bukan kepala istri? (JPNN/Gunarso TS) 

sumber poskota

Istri Dalam Kondisi STNK Suami Malah Punya WIL

nah-sub 
NURSANTI, 39, di kala muda tergolong cantik juga. Tapi dalam kondisi STNK sekarang, suaminya justru berpaling dengan wanita lain. Bagaimana tak mengkap-mengkap dadanya, di hotel dia melihat Gandung, 40, suaminya berbagi cinta dengan WIL-nya yang semog ndemenakake (seksi menggiurkan). Langsung saja Nursanti melaporkan suaminya ke polisi.
Kecuali Titik Puspa, jarang wanita punya kecantikan yang awet. Meski sewaktu muda kimplah-kimplah macam Angelina Sondakh, setelah tua jatuhnya juga mirip Mpok Nori juga. Makanya bagi para suami, syukuri saja apa yang ada di rumah. Masih cantik sang istri atau sudah gembrot macam drum aspal, tak perlu diratapi karena itu sebuah proses alamiah, di mana manusia tak bisa melawannya.
Salah satu lelaki yang tak pandai bersyukur ini adalah Gandung, warga Jogoyudan Kelurahan Gowongan, Jetis, Yogyakarta. Dulu sewaktu istrinya masih muda nan seksi macam artis Syahrini, syahwatnya kuat sekali. Tapi setelah Ny. Nursanti berusia menjelang kepala empat dan tubuh mulai kendor, dia kurang bergairah lagi pada milik sendiri. Biasanya dia rajin memberi nafkah batin buat istrinya, kini setelah kondisi STNK mulai jarang-jarang atau insidentil. Nursanti sebagai istri, sungguh kasihan itu barang.
Yang bikin Nursanti curiga, belakangan suaminya sering pulang telat. Kalaupun di rumah, tak pernah betah. Maunya pergi lagi dan pergi lagi. Apa Gandung mau niru-niru Jokowi yang kini Gubernur DKI Jakarta, yakni blusukan ke kampung-kampung? Lha jabatan Gandung itu apa sih, wong dia itu pekerja swasta, bukan aparat Pemda DIY.
Makin tambah curiga lagi, uang belanja yang biasanya diberikan secara penuh, kini amplop gajinya tak lagi utuh. Karena itulah Nursanti lalu minta tolong pada adik iparnya, Gondo, 25, supaya mengamat-amati gerak gerik kakaknya itu. Takutnya terperosok ke jalan yang salah. “Sebaiknya masmu kamu buntuti saja, kalau perlu disadap saja HP-nya.” Kata Nursanti, tak menyadari bahwa adik iparnya bukan orang KPK.
Sesuai dengan petunjuk kakak iparnya, Gondo mulai memata-matai kakaknya sendiri. Hanya beberapa hari kerja saja, dia sudah mencium bau tak sedap dari tindakan Gandung. Ternyata dia memang punya WIL, namanya Lilik, 25, warga Sinduadi, Sleman. Orangnya memang boleh juga, seksi menggiurkan. Kalau dikupas pasti putih dan mempur macam ketela kaspe.
Andaikan itu bukan WIL kakaknya, pasti Gondo mau bertarung dalam konvensi. Harus masuk jadi kader nggak apa, yang penting kan punya kather (alat vital). Tapi begitu ingat amanat kakak iparnya, Gondor harus bermain lurus, alias cukup mengamat-amati sepak terjang kakak kandungnya itu. Dan ketika beberapa hari lalu nampak Gandung – Lilik chek in di sebuah hotel di daerah Sagan, Gondokesuman, dia melapor pada Nursanti. “Kijangnya masuk hotel, buruan ke sini Mbak.” Kata Gondo lewat HP.
Nursanti segera terbang ke TKP. Saat kamar hotel berhasil didobrak, dia memergoki betapa suaminya sedang menggumuli perempuan WIL-nya itu dengan buasnya. Dia berteriak lantang, sehingga senjata soft gun Gandung yang tanpa izin itu pun macet mendadak. Suami istri itu ribut di kamar, sampai ditengahi Satpam hotel. Tak terima atas pengkhianatan suaminya, Nursanti segera melaporkan Gandung ke Polsek Gondokesuman dengan pasal perzinaan.
Soft gun Gandung pernah dirazia polisi belum? (KR/Gunarso TS)

sumber poskota

Bocah 12 Tahun Dicabuli di Toilet Mall

SEMARANG - Entah apa yang ada di dalam otak Budi Setiawan, 30.  Warga Jalan Anggrek, Semarang itu nekat mencabuli CA, bocah 12 tahun di toilet umum sebuah mall di kawasan Simpanglima, Semarang Selasa (2/9) malam. Beruntung ulah cabul Budi keburu diketahui orang tua korban Begitu tertangkap tangan, Budi berdalih apa yang dilakukannya itu untuk menyembuhkan asam urat yang dideritanya.
Tentu saja orang tua CA tak terima. Budi langsung digelandang ke Mapolrestabes Semarang. Tapi sebelumnya dia sempat dihujani bogem mentah saat mencoba lari.
Aksi cabul itu bermula ketika CA dan keluarganya berbelanja di mal tersebut. Puas memborong barang belanjaan, keluarga tersebut menyantap masakan cepat saji. Usai melahap makanannya, CA beranjak mencari tempat sampah lalu bergegas ke toilet. Sedangkan keluarganya masih berada di tempat duduk semula.
Sekitar 15 menit, CA tak kembali lagi. Orang tuanya pun mulai curiga. Sang adik pun mencari CA di toilet. Ternyata, sang adik melihat kakaknya bersama lelaki tak dikenal. "Saat memergoki, adiknya dimarahi pelaku dan disuruh pergi," kata orang CA yang tidak mau disebutkan namanya.
Sang adik pun melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya. Orang tua CA kaget tak karuan, mereka segera berlari  ke toilet. Ternyata pintu toilet itu terkunci. Tanpa berpikir panjang, ayah CA mendobrak pintu. "Ternyata anak saya dicabuli laki-laki itu," kata dia.
Begitu aksinya diketahui, Budi mencoba kabur. Beruntung dia berhasil ditangkap dan mendapat hadiah bogem mentah dari sang ayah korban.
Saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Budi mengaku perbuatannya itu untuk meminta air kencing CA. Kata dia, dengan meminum air kencing itu maka bisa menyembuhkan penyakit asam urat yang dideritanya. "Saya disuruh minum air kencing anak kecil dari alat vitalnya," kaya dia.
Pelaku pun dijerat dengan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (fth/ida/mas)     

sumber jpnn