Kamsiah memang belum lama menyandang status janda. Wajahnya yang ayu dan seksi, para lelaki tetangga kanan kiri menyebutnya sebagai randa kempling yang enak dipithing (dipeluk). Bodi dan tipenya memang mirip Vitalia Syesya inceran Ahmad Fathanah si daging impor, tapi belum juga berhasil nyosorrrr. Kalau ada sedikit perbedaan, Kamsiyah lebih tua dan dia tak punya rejeki sebagus Vitalia Syesya.
Demikianlah, suami Dasmi yang orangnya memang supel, bergaul dengan si janda muda tanpa beban. Namanya juga bertetangga. Kelakar dan canda sering saling lempar antara Jioto – Kamsiah. Sak glugut pinara sasra (baca: rambut dibelah tujuh) pun tak ada niat macem-macem di antara keduanya. Jioto sekedar bergaul, tak ada niat untuk menggauli.
Sebaliknya Ny. Dasmi ini orangnya memang kurang pendidikan, wong sekolahnya saja hanya sampai SMP, kelas jauh pula. Menyaksikan suaminya suka guyonan dengan Kamsiah, dan wanita itu menanggapi renyah, menarik kesimpulan bahwa keduanya memang ada main. Dasmi pernah menegur suaminya, jangan suka cengengesan dengan janda muda, tapi Jioto hanya nyengenges pula.
Karena gaya canda keduanya tak juga bisa dihentikan, Dasmi jadi cemburu. Dengan kesimpulan bahwa si janda kempling sudah selingkuh dengan suaminya, dia beranggapan bahwa janda gatel itu selayaknya diberi pelajaran. Karenanya, beberapa hari lalu dengan membawa pemantik api dan bensin, dia melabrak ke rumah Kamsiah.
“Kula nuwun….,” begitu kata Dasmi seperti laiknya orang bertamu.Tuan rumah pun menjawab “mangga” dan membukan pintu. Tapi begitu tampak wajah ayu sijanda, bensin langsung disiramkan ke muka Kamsiah dan pemantik api dinyalakan. Keruan saja wajah dan dada sijanda terbakar. Gegerlah warga Kelurahan Bago, Kecamatan Kota Tulungagung. Penduduk berusaha menolongnya dan karena lukanya tak begitu serius, nyawa Kamsiah masih bisa diselamatkan. Cuma kemungkinan akan ada bekas luka/cacat di wajahnya.
Ny. Dasmi kini ditahan. Sedangkan Ny. Kamsiah mengaku sama sekali tak ada hubungan istimewa dengan Jioto. Semua sebatas pergaulan antar tetangga, karena sebentar lagi sudah ada lelaki yang akan mengambilnya sebagai istri. “Jadi buat apa saya merebut suami orang,” kata Kamsiah dengan wajah berbalut laksana mumi.
Semoga calon suami tak kecewa dengan wajah edisi baru. (KC/Gunarso TS)
(sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar