Jumat, 22 November 2013
Duh Asyiknya Mandi Junub dengan Air Comberan
UNTUK suami istri, usai menjalankan “sunah rosul” selayaknya mandi junub dengan sabun wangi. Tapi namanya selingkuh macam Kuswandi – Risma, begitu kepergok mandi junubnya ya cukup dengan air comberan. Byar byurrr….. hingga njedindil kadinginan!
Merujuk Ilmu Fikih, suami istri yang selesai menjalankan “sunah rosul” wajib mandi yang diistilahkan sebagai mandi junub. Disunahkan pakai sabun wangi, misalnya sabun Lux yang di tahun 1965-an iklannya dikatakan: dipakai oleh sembilan dari sepuluh bintang film.
Jadi bila di kala itu yang pakai ada Lies Noor, Aminah Cendrakasih, Ida Nursanti, Mieke Wijaya, Nurnaningsih, Pitrajaya Burnama, Bambang Hermanto, Citra Dewi; Titien Sumarni; yang tidak pakai Lux cuma……Mak Wok!
Tapi bagi pasangan Kuswandi – Risma yang jelas-jelas bukan suami istri, haram hukumnya mandi junub dengan pakai sabun wangi. Maka yang dilakukan oleh warga Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka adalah, segera memandikan pasangan mesum itu dengan dinginnya air comberan yang berbau busuk dan anyir itu. Untung saja mereka tidak sampai digebuki habis-habisan, kecuali hanya ditonyo-tonyo dia punya kepala.
Kisah memalukan dari Serambi Mekah itu bermula dari rasa sepi yang menghimpit Risma, karena suaminya bekerja di bengkel Banda Aceh. Mereka hanya ketemu sebulan sekali, sehingga pasokan rasa rindu itu sangat kurang sekali. Untuk kalangan keluarga muda kan seminggu bia dipasok sampai 2-3 kali. Padahal Risma yang masih muda dan enerjik ini hanya terima jatah sebulan sekali. Bagaimana nggak kedinginan seperti layaknya di Eskimo?
Di kampungnya, Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka, Risma punya tetangga anak muda bernama Kuswandi, 35. Dia merupakan adik kandung seorang pejabat Pemkab Bireun yang kebetulan bertetangga dengan keluarga Risma. Ternyata anak muda ini termasuk pengamat wanita juga, khususnya yang nganggur-nganggur karena tak punya suami atau sedang jauh dari suami.
Melihat bodi dan penampilan Risma yang cantik serta enak digoyang dan perlu, ukuran celana Kuswandi langsung berubah dari S menjadi XL. Diam-diam dia mendekati perempuan itu, karena hakul yakin bahwa Risma sangat membutuhkan yang ”satu ini”.
Ternyata memang benar, bak orang ngantuk disorong bantal, Risma menyambut gegap gempita kehadiran Kuswandi, sehingga jadilah itu barang.
Buktinya, adik pejabat Pemkab itu asal situasinya aman secara mantap dan terkendali, diam-diam masuk ke kamar Risma, dan berbuatlah mereka bak pasangan suami istri saja. Pokoknya simbiosis mutualif lah, kerjasama yang saling mengasyikkan. Risma berhasil memperoleh apa yang selama ini dibutuhkan, dan Kuswandi juga puas karena telah berhasil ”menolong” tetangga yang sangat membutuhkan bantuannya.
Tetapi lama-lama praktek mesum para TTM (Tetangga Tapi Mesra) itu tercium warga. Di kala mereka sedang berasyik masyuk, tahu-tahu digerebek warga. Untung saja penduduk masih berbaik hati. Karena dia adik pejabat penting, warga hanya menonyo-nonyo kepala Kuswandi tanpa niat menempelengnya.
Lebih dari itu, sesuai dengan adat kampung tersebut, keduanya malam itu juga langsung dimandikan air got hingga menggigil kedinginan. Baru setelah itu diserahkan ke Wilayatul Hisbah, untuk diproses lebih lanjut.
Aduh, pantat mulus Risma bakal kena cambuk habis. (JPNN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Sekali Jadi Urusan Polisi Tersangkut Tiga Perkara
APES banget nasib Sastro, 43, warga Pasuruan (Jatim) ini. Sekali berurusan dengan polisi, eh tahu-tahu tiga kasus membelitnya. Pertama penganiayan pada istri gara-gara selingkuh, kedua jadi pengedar narkotika dan ketiga pemilikan senjata tajam. Ngrapel kok jumlah hukuman.
Jika jadi penjahat itu sudah merupakan bakat, melakukan berbagai kasus kejahatan dianggapnya hal biasa. Maka seorang bajingan yang berdarah dingin, bisa melakukan 2-3 kejahatan sekaligus dalam waktu yang sama.
Tidakkah dia takut dengan penjara? Buat apa takut, toh di sana juga diingoni (diberi makan) dan penjara merupakan ”diklat” untuk meningkatkan keahlian dalam berbagai tindak kejahatan selanjutnya.
Sastro yang tinggal di Desa Dayurejo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan, adalah salah satu penjahat yang berdarah dingin itu, karena kebetulan dia juga hobi makan saren (darah beku). Diam-diam dia merupakan pengedar narkotika.
Tapi istrinya, Minul, 40, sama sekali tak tahu. Tahunya, sang suami usaha wiraswasta. Jadi bila jadwal di rumahnya tidak ajeg, dia sudah menganggap biasa. Yang penting suami pulang bawa uang untuk kebutuhan belanja sehari-hari.
Nggak tahunya, seringnya Sastro tidur di luar rumah ternyata karena punya WIL. Ini yang memberi tahu kenalannya sendiri, yang kebetulan tahu persis siapa perempuan yang dijadikan gebetan Sastro. ”Ning aja kandha seka aku lho ya, modar aku mengko (tapi jangan bilang dari saya, bisa mampus saya),” ujar sang informan yang sesama wanita sambil memberikan alamat WIL Sastro.
Alamat itu begitu lengkap dengan RT/RW-nya, sehingga Minul dengan cepat bisa njujug ke alamat tersebut. Ternyata benar 2000 persen, Sastro suaminya sedang kongkow-kongkow di rumah itu bersama seorang wanita bernama Tuti, 30. Habis sudah Sastro dapat ”kultum” termasuk si perempuan gatelnya. Tapi Sastro bukannya sadar dan minta maaf, justru menghardik istrinya. Bukan itu saja, dia segera mengeluarkan pisau lipat dan diayunkan ke perut istrinya. Tapi Minul sempat menangkisnya, sehingga yang kena hanya jari kelingkingnya.
Mendapatkan suami yang ”ora urus” tersebut, Minul memutuskan untuk mengalaha sementara. Setelah mengobati luka di tangannya, baru dia lapor ke Polsek Prigen, dengan mengusung pasal KDRT. Sesuai dengan laporan Minul, polisi pun bergerak untuk menangkap Sastro. Ternyata lelaki itu belum beranjak dari kontrakan Tuti.
Ternyata Sastro adalah lelaki DPO (Daftar Pencarian Orang) yang sudah lama dicari-cari polisi dalam urusan peredaran narkotika. Kebetulan pula di tempat penangkapan ditemukan sabu seberat 0,5 gram, sebilah pedang dan pistul jenis softgun. Kontan dia digelandang ke Polres Pasuruan. Ada tiga kasus yang membelit Sastro. Selain KDRT, juga peredaran narkotika dan pemilikan senjata tajam dan pistol.
Kalau ”mborong” hukuman, kira-kira dapat diskon nggak ya? (BJ/Gunarso TS)
(SUMBER)
Kamis, 21 November 2013
Anggaran Untuk Selingkuh Selalu Skala Prioritas
Jika ada PNS paling gila di Kabupaten Bone (Sulsel), mungkin hanya Mochtarudin, 30. Anggaran untuk keluarga selalu diperketat, tapi dana untuk selingkuh selalu diperlonggar. Bayangkan, istri dilarang hamil tapi dia mesum terus sama WIL. Bagaimana istrinya tak lapor polisi?
Anggaran dalam sebuah rumahtangga, mesti diutamakan. Suami sebagai pencari dan penyusun anggaran, harus mengutamakan kebutuhan rumah tangganya. Sedangkan istri sebagai pengguna anggaran harus pula tertib, gemi nastiti dan ngati-ati. Jika ada SIAP (Sisa Anggaran Pembelanjaan) harus ditabung, jangan malah dibuat shoping, keluar masuk mall. Begitu pula suami sebagai pencari anggaran, setelah dapat mesti langsung diserahkan pada istri, tak ada yang disembunyikan dengan istilah ”uang laki-laki”.
Tapi Mochtarudin oknum PNS dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bone, lain dari yang lain. Gajinya setiap bulan yang ajeg diterima, tak pernah diberikan utuh pada istri selalu pengguna anggaran. Dia hanya dijatah seperlunya, hanya sekitar 50 %, sedangkan sisanya dikantongi sendiri untuk membiayai perselingkuhannya dengan seorang guru SD. Mochtarudin selalu berhemat untuk keluarganya, tapi royal untuk Aida, 23, selaku WIL yang siap dijowal-jawil.
Mochtarudin menikah dengan Lily, 27, baru sekitar 3 tahun lalu. Tapi madunya rumahtangga hanya dinikmati beberapa bulan saja. Setelahnya, Mochtarudin mulai berpaling ke wanita lain, Aida guru SD di Kecamatan Sibulue kabupaten yang sama. Sejak itu pula dia menciptakan kebijakan anggaran baru. Bila biasanya gaji selalu diserahkan sepenuhnya pada bini, kini Lily hanya diberi 50 persennya, sisanya dikantongi sendiri dengan alasan untuk dana taktis keperluan mendadak.
Awalnya Lily warga Desa Ureng, Kecamatan Palakka, percaya saja. Tapi kabar selentingan mulai terdengar bahwa suaminya punya WIL yang lebih muda dan cantik. Ooo, sekarang mengerti dia sekarang. Ternyata gaji yang selalu diparo itu sebagian dialiarkan untuk WIL-nya. Tentu saja Lily marah, masak perempuan lain yang bukan keluarganya malah dikasih-kasih duit segala? Paling marah, karena itu berarti Mochtarudin sudah mengkhianati perkawinannya.
Tapi Mochtarudin tak peduli. Ketika istri melapor bahwa sedang hamil, dia bukannya bersyukur, malah marah-marah. Katanya, itu akan menjadi pemborosan anggaran. Kalau hamil kan harus ke bidan segala, kontrol tiap bulan, belum nanti persalinannya. Ya kalau persalinan normal, jika harus pakai operasi Yulius Caesar, bagaimana? “Sebelum terlanjur, gugurkan, kataku….!” Ancam Mochtarudin seenaknya.
Mochtarudin tak sekedar instruksi, tapi juga membeli ramuan yang harus diminum istri. Tak itu saja, perut istri juga diremas-remas agar janin segera keluar. Ketika istri memberontak, malah ditempeleng dan didorong sampai terjatuh. Setelah itu Mochtarudin pergi begitu saja.
Tentu saja Lily tak terima atas perlakuan kejam suaminya. Soal ditempeleng beberapa kali, masih bisa menerima. Tapi jika suami sampai melarang istri hamil karena dananya mau digunakan untuk membiayai WIL-nya, itu sudah sangat kurang ajar. Maka beberapa hari lalu Lily segera melapor ke Polsek Palaka, melaporkan kekejaman suaminya. Dia minta suaminya ditangkap dan dipenjarakan, sebab sudah menyelewengken anggaran bukan pada kebutuhan yang tepat.
Bagi Mochtarudin, tak perlu anggaran tepat, yang penting syahwat. (PR/Gunarso TS)
(SUMBER)
Dikira Baru Tangan ke Dua Tenyata Sudah Banyak Tangan
MAU menikahi janda, harus siap terima barang bekas. Tapi Gianto, 46, jalan pikirannya lain. Dikiranya Muryani, 42, baru janda tangan kedua. Nggak tahunya sudah nikah siri ke mana-mana alias banyak tangan. Saking kecewanya, foto porno Muryani disebar ke mana-mana.
Menikahi janda memang seperti beli mobil bekas, artinya: harus siap dengan kondisi calon istri yang tidak orsinil lagi karena sudah jadi tangan kedua. Tapi seperti mobil bekas itu pula, jika nasib baik juga dapat yang masih mulus karena jarang pakai, atau malah belum pernah “dipakai” sama sekali. Dalam budaya Jawa, janda yang demikian biasa disebut: randha lanjar alis belum pernah disentuh suami pendahulunya.
Gianto sopir angkot dari Tegalrejo, Yogyakarta, sudah menyadari sedari awal bahwa wanita yang hendak dinikahi itu memang seorang janda. Karenanya dia sudah siap dengan kondisi yang serba seken. Tapi melihat penampilan Muryani yang masih trincing (lincah) dan seksi, dia meyakini bahwa calon istri kondisi mesinnya masih bagus. Lihat saja bila dipanasi setiap pagi, asapnya tak berwarna, ujung knalpot selalu kering bahkan mengeluarkan embun.
Dan beberapa tahun menikah dengan Muryani, Gianto memang tidak merasa menyesal bahkan selalu merasa berbahagia. Karena dia juga kenal dengan Nasrun, 50, bekas suami Muryani dulu, maka ketika ketemu dengannya juga selalu baik-baik saja. Nasrun juga tak pernah mengungkit bekas jandanya dulu, apa lagi bertanya-tanya mirip posternya Pak Harto belakangan ini. ”Priye kabare, le? Penak tilas randhaku, ta?”
Tapi pada awal tahun 2013, prahara mulai menempuh kehidupan Muryani – Gianto. Beberapa kali sopir angkot itu melihat istrinya suka menghubungi eks suaminya lewat HP. Rasa cemburu pun muncul, apa lagi jika kepergok Gianto, hubungan telepon dengan Nasrun lewat HP itu pun dimatikan. Kini Gianto mulai menduga-duga bahwa Muryani ingin kembali pada suaminya dulu.
Takut mimpi buruk itu menjadi kenyataan, Gianto pernah klarifikasi pada Nasrun. Jawabnya melegakan, karena bila mereka telpon-telponan sekedar membicarakan anak-anak mereka hasil kerjasama nirlaba selama 15 tahun. “Jadi sampeyan tak perlu khawatir saya mau mengambil alih Muryani kembali.” Kata Nasrun memberi jaminan.
Namun ternyata, kekecewaan Gianto tak juga sirna. Sebab meski urusannya dengan Nasrun sudah klir, kini muncul kabar baru yang lebih gawat dan serius. Dari berbabai informasi menyatakan bahwa sebelum dengan Gianto, janda Muryani pernah pula kawin siri dengan sejumlah lelaki. Waduh, Gianto menjadi kecewa sekali, karena ibarat mobil ternyata istrinya bukan hanya tangan kedua, tapi sudah banyak tangan. Padahal yang namanya mobil, jika sudah banyak tangan pasti tidak enak dikendarai.
Gianto mencoba klarifikasi, tapi jawaban Muryani muter-muter yang sangat mengesankan bahwa sang istri membenarkan. Karena keyakinan itu segera saja Muryani diceraikan. Namun demikian rasa dendamnya juga belum hilang. Sejumlah foto telanjang Muryani yang didapat saat mereka masih suami istri, tahu-tahu disebar ke sejumlah kenalan eks istrinya lewat HP, agar malu.
Memang benar, target Gianto tercapai. Tapi saking malunya, Muryani yang sudah kembali ke Purbalingga itu mengadukan Gianto ke polisi. Kini sopir angkot ini sedang diadili di PN Purbalingga dengan tuduhan penyebaran foto porno bekas istrinya.
Mau bikin kejutan, Gianto malah terkejut sendiri. (KR/Gunarso TS)
(SUMBER)
Pedangdut Lari Telanjang Usai Dirampok dan Digoyang
SUNGGUH kasihan nasib Siti, 20, penyanyi dangdut dari Semarang ini. Kenal cowok lewat FB akhirnya malah dirampok dan diperkosa di hutan. Paling tragis, untuk menyelamatkan diri, Siti terpaksa nekad lari telanjang bulat sejauh 2 Km demi mencari pertolongan.
Wanita cap apapun selalu mendambakan kecantikan di wajahnya. Padahal sesungguhnya kecantikan tak selalu membahagiakan bagi pemiliknya. Justru di jaman era gombalisasi ini, banyak perempuan jadi sengsara gara-gara kecantikannya. Lihat berita di koran dan teve, banyak artis atau penyanyi dangdut jadi korban pelecehan gara-gara kecantikannya. Jika sudah demikian, sungguh berbahagilah perempuan model Limbuk weteng mblendhuk, karena akan aman dari kejahatan syahwat.
Siti, penyanyi dangdut dari Bawen Kabupaten Semarang, adalah salah satu penyanyi dangdut yang malang itu. Kecantikan wajahnya, bodi dan pantatnya yang megal-megol saat di panggung, menjadikan kebangkitan syahwat lelaki muda bernama Lilik, 25. Dengan alasan ada job untuk pentas, Siti dipedayai di tengah hutan daerah Tembalang, Semarang. Bukan saja uang dan HP yang hilang, kehormatan juga dirampas, sehingga Siti terpaksa lari telanjang bulat sejauh 2 Km demi menghindari kebuasan bajingan tengik nan angkara murka.
Siti kenal dengan Lilik awalnya dari hobinya main internetan. Dalam jejaring sosial FB, mereka pun nyangkut. Setelah chatting sekian lama, keduanya bersepakat untuk kenalan langsung. Ternyata Lilik sangat terpesona pada Siti yang penyanyi dangdut itu. Wajahnya cantik, bodinya seksi menggiurkan. Apa lagi ketika dia menyaksikan bagaimana Siti beraksi di atas panggung, megal-megol pantatnya menjadikan otak Lilik semakin ngeres macam pasir urug.
Sejak itu Lilik memantapkan diri bahwa cepat atau lambat harus bisa mendaya gunakan penyanyi dangdut itu seoptimal mungkin. Apa lagi setan langsung mendukung langkah berani anak muda ini. Sebab dalam perspektif setan, menggauli paksa atau memperkosa wanita cantik, itu sebuah keniscayaan. ”Gerak-gerik Siti memang sangat merangsang, apa salahnya kamu goyang?” begitu setan memberi semangat.
Mulailah Lilik memutar otak, bagaimana caranya menjebak penyanyi dangdut tersebut. Jika setan siap jadi sponsornya, pasti dengan mudah solusi itu didapat. Dan benar saja, seminggu setelah kenal Lilik mengajak Siti ke suatu tempat dengan alasan ada job menarik yang perlu digarap. Tanpa curiga Siti pun menyanggupi. Setelah sepeda motornya dititipkan di parkiran RSUD Ungaran, keduanya pun menuju Semarang dengan boncengan sepeda motor.
Ketika tiba di hutan Rowosari daerah Tembalang, kendaraan dibelokkan ke jalan sepi. Bukan ke lokasi calon pemberi job, melainkan Lilik ingin menunaikan hasratnya. Tiba-tiba saja dia todongkan senjata tajam. Siti kemudian dikupas habis macam singkong yang putih nan mempur. Dalam kondisi diikat, Lilik secara keluasa menuntaskan nafsunya hingga beberapa kali.
Saat bajingan tengik itu lengah, Siti segera kabur tanpa sempat mengenakan pakaian lagi. Dalam kondisi telanjang bulat dia berlari sepanjang 2 Km di tengah hutan, sampai ketemu pemukiman penduduk di Desa Kali Lateng, Kecamatan Ungaran Timur.Warga pun segera memberi pakaian pada gadis malang ini. Sementara Siti dilarikan ke rumahsakit, pengaduan diteruskan ke Polsek Tembalang. Selaain kerugian kehormatan dan masa depan, uang tunai Rp 3 juta dan 2 HP miliknya juga amblas dirampok Lilik.
Kalau ketangkep, Lilik musti disunat habis tuh. (SM/Gunarso TS)
(SUMBER)
Menjadi Menu Tambahan Lelaki Ayam Kampung
NGAKUNYA Sarino, 33, ini ayah tiri yang bermartabat. Tapi dalam prakteknya kelakuan justru mirip ayam kampung. Terhadap kedua anak tirinya yang masih ABG, yang berarti juga anak dari istrinya, bisa timbul juga nafsunya. Dalam berbagai kesempatan, Ida, 14, dan Santi, 12, dijadikan “menu” tambahan untuk pemuas nafsu. Keruan saja ayam kampung berkumis ini jadi urusan polisi.
Tahukah ayam kampung? Dia adalah hewan unggas yang dalam urusan libido seksualitas main tabrak saja. Pada babon (induk ayam) doyan, pada anak dari pada babon si ayam jago ini juga nggak nolak. Pokoknya mana yang ada sajalah. Ada emaknya, ya emak yang disikat. Ada anaknya yang sudah nampak dere (mulai dewasa) juga disikatnya tanpa ampun.
Rupanya Sarino warga Desa Purwodadi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti (Riau) ini juga seperti ayam kampung. Saat menikah dengan janda Sartinah, 37, lima tahun lalu dia nampak sayang kepada kedua anak tirinya yang nampak masih bocah itu. Tapi begitu nampak gede barang sedikit, keluar deh aslinya yang seperti ayam kampung itu. Setiap ibunya tak di rumah. Kedua gadis itu dirayu-rayu agar mau diperlakukan sebagaimana ibunya.
Sarino dulu boleh dikata merupakan lelaki yang sulit jodoh. Setiap naksir cewek tak ada yang mau. Maklumlah, wajahnya sangat pasaran dan standar pula. Jika tidak ketemu janda Sartinah, mungkin hingga kini dia juga masih jadi bujangan lapok. Tapi untunglah Allah mempertemukannya dengan janda yang tidak memandang lelaki dari materi dan penampilannya. Bagi Sartinah, asal Sarino bisa menjadi lelaki secara normal, sudahlah cukup. “Soal ekonomi biar saya yang cari, sampeyan cukup rajin minum obat kuat sajalah,” begitu kata Sartinah waktu itu.
Kasarnya, Sarino memang hanya mau dijadikan pejantan alias penyaluran libido si janda. Maklum, sejak bercerai dengan suaminya 3 tahun sebelumnya, selama itu pula aktivitas peranjangan Sartinah terhenti sama sekali. Untuk mengisi rasa sepinya dia hanya semakin rajin berdagang, padahal bila malam hari kembali dia hanya bergulat dengan guling tanpa makna.
Tapi setelah ketemu Sarino sebagai suami baru, kehidupannya jadi nampak ceria kembali. Ibarat sebuah mobil, setelah di “tune up” dan disporing balansing, jalannya menjadi enak dan mesin terdengar halus. Maklum, Sarino sebagai lelaki muda memang bisa mengimbangi tuntutan dan kebutuhan Sartinah yang masih sangat enerjk tersebut.
Sayangnya, selama menikah dengan Sartinah tak menghasilkan apa-apa, maksudnya tak ada secuil pun anak yang lahir sebagai hasil kerjasama nirlaba tersebut. Dalam kondisi jenuh dengan ”menu” yang itu-itu saja, kok kedua anak tirinya semakin gede semakin enak dipandang. Mulai deh keluar sifat aslinya sebagai ayam kampung. Di kala istrinya dagang di pasar, keduanya bergantian dirayu-rayu untuk mau digauli. Awalnya keduanya memang menolak, tapi setelah diancam akhirnya kedua ABG tersebut berhasil juga jadi ajang pelampiasan nafsu.
Tapi lama-lama kedua anak tiri itu tak tahan juga selalu dibuat ”menu” tambahan ayah tirinya.Maka dia pun lalu mengadu kepada keluarganya. Tentu saja Ny. Sartinah jadi mencak-mencak, karena suaminaya yang tak tahu berterima kasih. Langsung saja Sarino dilaporkan ke polisi Polres Tanjungjabung. Kini Sarino mendekam dalam tahanan, ancama hukumanya lumayan berat, karena menodai gadis di bawah umur.
Dasar ayam kampung, anak tiri dipatuk juga. (JPNN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Karyawati Mencari `Nasabah` Dalam Urusan Asmara
PEGAWAI bank mencari nasabah itu biasa. Tapi jika yang dicari “nasabah” dalam urusan cinta, itu mungkin baru Chamiah, 24, dari Lhokseumawe (Aceh). Di kala tugas di Beureunun, Pidie, eh….malah dipergoki suami habis kelonan bersama PIL selaku “nasabah” asmaranya. Suami cap apa yang nggak mencak-mencak dibuatnya?
Bank adalah jenis usaha yang menjual kepercayaan. Sebab tanpa kepercayaan tinggi mana orang mau menitipkan uangnya pada orang-orang yang bukan kakek atau neneknya, menantu atau mertuanya. Maka terkutuklah para oknum karyawan di BSM Bogor itu, tega-teganya menilep uang nasabah hingga Rp 102 miliar dengan kredit fiktif. Jika orang tak lagi percaya pada bank, bisa ambruklah perekonomian nasional secara sistemik.
Chamiah pegawai bank di Beureunun, Pidie, memang tak sejahat itu. Sialnya, dia bisa dipercaya sebagai pegawai bank, tapi tak bisa dipercaya sebagai istri. Bagaimana tidak, di kala suaminya kesepian di Lhokseumawe, eh di tempat kos-kosan Beureunun, dia malah kelonan dengan “nasabah” dalam asmara, si Rosid, 26. Tambah sial lagi, baru saja berbagi cinta dengan sang PIL, eh Harun, 30, suaminya unclug-unclug datang dari Lhokseumawe. Tadinya mau setor bonggol, jadinya malah dongkol!
Harun dan Chamiah menikah baru 2 tahun lalu. Mereka belum punya momongan karena kesibukan masing-masing. Betapa sibuknya pasangan suami istri ini, ketika Chamiah dipindahtugaskan ke Beureunun sebagai karyawati bank, saami tak bisa mendampinginya. Walhasil, meski suami istri tapi mereka berjauhan. Ketemu hanya sebulan sekali; kadang Harun yang ke kos-kosan istri, kadang Chamiah yang Lhokseumawe dalam rangka ”jemput bola” suami.
Biasanya sebulan sekali Chamiah datang ke Lhokseumawe, tapi sudah 2 bulan tak juga datang. Lazimnya selalu gencar berhape ria, kini sudah mulai jarang-jarang dengan alasan sibuk melayani nasabah. Katanya, kalau hari Senin sebagai teller dia sampai teler melayani antrian nasabah. ”Jadi maaf ya bang, saya tidak bisa berbalas rindu sama abang,” begitu sms Chamiah yang terakhir, yang diterima seminggu lalu.
Benarkah sesibuk itu Chamiah bekerja? Memang sibuk dia, tapi sibuk melayani ”nasabah” dalam urusan asmara. Sebab beberapa minggu ini dia punya gebedan baru, namanya Rosid, asal dari Lampoh Raya, Juelinke, Syiah Kuala, Banda Ace. Orangnya lebih muda dari suami. Pokoknya serba menjanjikan, dari tongkrongan hingga ”tangkringan”. Lho kok tahu? Memangnya sudah pernah uji coba tangkring metangkring?
Nggak tahulah, yang jelas Rosid ini suka nginep-nginep di kamar Chamiah. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, di kala keduanya baru saja selesai berbagi cinta bak suami istri, mendadak pintu diketuk orang yang ternyata Harun, suaminya. Buru-buru sang PIL diminta bersembunyi, meski dalam kondisi ala kadarnya.
Harun pun segera masuk, sepertinya dia sudah curiga akan kondisi kos-kosan istrinya. Saat dia hendak ke kamar kecil, eh di situ dia menemukan seorang lelaki tak dikenal dalam kondisi nyaris telanjang. Kalau sedang mandi, tentunya bawa handuk dan sejumlah pakaian tergantung di kapstok. Tentu saja Harun jadi curiga. Makin curiga lagi, ketika diminta menjawab sejumlah pertanyaan jawabannya pating pecotot.
Kecewa sekali Harun. Tadinya mau rapel rindu pada istri, kini malah jadi marah. Dia segera panggil warga sekitar. Penduduk pun segera berdatangan, tahu kelakuan tamu Chamiah, hampir saja Rosid dijadikan ”perkedel”. Untung pihak gampong (pamong) segera turun tangan. Kasus mesum Chamiah – Rosid ini diserahkan ke WH Sigli.
Minta dicambuk berapa kali, neng? (JPNN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Istri Pun Dicerai Lewat Tusukan Senjata Tajam
NAMANYA Trimo, tapi dalam usia 60 tahun pensiunan PT KAI ini tidak mau hidup nerimo. Rasa khawatir bahwa istrinya, Rianti, 46, yang masih STNK direbut orang, menjadikan dia selalu membatasi gerak istrinya. Tak tahan dengan aturan suami, Rianti menuntut cerai. Tapi jawabnya malah dengan tusukan belati, tentu saja mati, rek!
Pensiunan memang sering dihantui oleh post power syndrome. Dulu di kantor bisa nyuruh-nyuruh ana buahnya, tapi setelah di rumah gantian disuruh-suruh istri. Kalau pejabat, saat berkuasa dulu belum sampai ngomong cukong-cukong mata sipit selalu menservisnya. Tapi setelah pensiun, meski ngomong pun takkan digubris oleh para cukong. Habis manis, sepah dibuang.
Trimo memang bukan pejabat, di PT KAI tempat dinesnya dulu hanya pegawai biasa. Tapi setelah pensiun, dia juga kehilangan kepercayaan diri, jika tak mau disebut stress. Dulu dia selalu khawatir jika jadwal perjalanan KA bisa meleset. Tapi sekarang justru khawatir jika istri meninggalkannya. Maklum, istrinya yang jauh lebih muda ini dalam usia kepala empat masih nampak cantik dan STNK (setengah tuwa ning kepenak).
Trimo tak bisa nerimo bila istrinya tahu-tahu dibawa lari orang.
Dalam usia semakin tua, Trimo memang tak lagi produktif. Gajinya tinggal separo, mulai masuk anginan dan ngentutan lagi. Untuk menambah penghasilan, Rianti istrinya memang bekerja jadi tukang masak di klub bola di kotanya, Malang. Ini pula yang bikin Trima was-was, jangan-jangan di tempat kerjanya ini ada setan lewat, sehingga Rianti direbut orang.
Pernah lelaki warga Sukun Malang ini minta istrinya berhenti kerja, tapi Rianti menolak, karena pensiunan suaminya tak lagi cukup untuk membiayai rumahtangga. Gara-gara itu pula kini sepak terjang istrinya semakin diperketat dan diawasi terus. Hal ini membuat Rianti tak nyaman menjalani kehidupan bersama Trimo. ”Saya ingin cerai sajalah kalau begini,” kata Rianti sekali waktu pada keluarganya.
Beberapa hari lalu pagi-pagi benar Rianti sudah pergi ke GOR Bimasakti, tempat latihan para pemain bola. Di kala sedang masak untuk makan para pemain, eh…..suaminya menysul ke GOR. Terpaksalah dia menemuinya sambil bersungut-sungut meski tak punya sungut. Di luar GOR keduanya malah ribut. Tapi ternyata Trimo tak hanya mengajak perang mulut, justru mengeluarkan pisau dan ditusukkan ke perut istrinya, juss.
Gegerlah GOR Bimasakti. Para pemain bola berusaha menolong Rianti, sementara yang lain mengamankan Trimo yang hendak kabur. Tapi karena banyak mengeluarkan darah, belum sampai dibawa ke RS Rianti sudah keburu meninggal.
Tak cerai pengadilan, malah cerai mati. (JPNN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Selasa, 12 November 2013
Mundur Karena Tak Mampu atau Selingkuh?
SEBETULNYA Wasdiono, 56, sudah mundur dari jabatan dukuh gara-gara menghamili gadis. Tapi karena alasan mundurnya normatif, pemuda desa tak terima. Mereka menuntut Pemkab Bantul (DIY) agar Pak Dukuh dicopot karena skandal seks, bukan karena tak mampu bekerja. Itu saja.
Untuk DI Yogyakarta, jabatan dukuh cukup bergengsi setelah Pak Kades. Pak RW saja masih di bawah dia. Ya karena posisinya sangat terhormat itu, ada oknum yang suka memanfaatkannya. Maksudnya, dengan posisi tersebut dia berburu kenikmatan sesaat, misalnya menyelingkuhi warganya. Gara-gara ini pula, Wasdiono yang jadi dukuh di Desa Gadingsari Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul, dipaksa mundur dari jabatannya. Apa nggak rugi, jadi Pak Dukuh baru 4 tahun harus mundur gara-gara urusan 4-5 menit!
Ditilik dari usianya, Wasdiono jelas bukan lagi muda, bahkan sudah punya cucu juga. Tapi sebagai lelaki normal, pendulumnya masih juga suka kontak manakala ketemu barang mulus bebas dempul. Kelakuannya Pak Dukuh semakin nyata ketika dia berhubungan dengan Yuyun, 20, warganya sendiri, yang usianya sepantar dengan anak-anaknya. Tapi begitulah setan, jika sudah memasukkan seseorang jadi target operasional, langsung saja orang itu jadi lupa umur serta lupa anak istri dan cucu.
Celakanya, Yuyun yang masih begitu muda dan panjang langkahnya, kok mau-maunya diplekotho (dikadali) lelaki tua macam Pak Dukuh. Mungkin juga dia kuliah di perguruan tinggi jurusan purbakala, sehingga sangat mencintai barang-barang antik macam Pak Dukuh. Biar usianya sudah setengah abad lebih, tapi bagi Yuyun Lik Wasdiono ini merupakan fosil bantulensis yang perlu dilindungi, kalau perlu diawetkan.
Begitu sayangnya Yuyun pada Pak Dukuh, sampai diperlakukan bak seorang istri pasrah saja, pokoknya semeleh sambil ngepleh-epleh. Padahal akibat perbuatan ini, dan dilakukan bukan hanya sekali tapi berulangkali, perut Yuyun pun menggelembung alias hamil. Untuk menjaga nama baik Pak Dukuh buru-buru mengamankan gadis itu, entah di sembunyikan ke mana. Yang jelas, orangtuanya sendiri kereporan menemukan anaknya.
Sepintar-pintar Pak RW membungkus bangkai, akhirnya ketahuan juga. Penduduk tahu bahwa hilangnya Yuyun karena disembunyikan Pak Dukuh. Klimaksnya, atas desakan masyarakat Pak Dukuh mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan tidak lagi mampu menjalankan tugas.
Bahwa Pak Dukuh mundur, warga merasa lega. Tapi yang bikin angkatan muda desa Gadingsari protes, alasannya itu yang sangat normatif, demi menutupi alasan sebenarnya. Karenanya para pemuda menggerudub Pemkab Bantul, mendesak Wasdiono dicopot dari jabatannya secara tidak hormat. ”Alasannya juga jangan tak mampu kerja, tapi karena menghamili Yuyun,” begitu kata para pemuda.
Wasdiono sendiri tak menampik akan ulahnya. Tapi yang sangat disesalkan, kenapa para pemuda mendesak dia juga harus menceraikan istri pertama, untuk menikahi Yuyun. Ewa segitu, untuk menceraikan istri pertama masih juga dipersulit.
Kalau dipersulit, poligami saja. Malah enak, kan?
(HJ/Gunarso TS)
(SUMBER)
Pergi Bersama Dengan Pil Kok Ngaku Terus Terang
KATAKAN sejujurnya, begitu judul sebuah lagu. Tapi ketika Ida, 26, yang ngaku terus terang pada suami bahwa pergi bersama PIL, malah ditonjok sampai babak belur. Gara-gara KDRT, Joni, 30, ditangkap polisi. ”Siapa nggak marah, kalau istri ngaku pergi bersama PIL?” ujar Joni bersungut-sungut.
”Katakanlah … katakan sejujurnya, apa mungkin kita bersatu; begitu ratap Christine Panjaitan dalam sebuah lagu. Mungkin saja bersatu, meski yang bersatu hanya kepala dengan tinju! Dan ini benar-benar dialami oleh Ny. Ida, warga Gang Capung Jalan KH Ahmad Muksin Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Saat dia mencoba berterus terang pada Joni suaminya bahwa baru saja jalan bersama PIL-nya, langsung ketepak ketepuk…..sejumlah swing dan jap mendarat di kepalanya.
Ida menikah dengan Joni baru sekitar dua tahun, tetap selama itu dia tak memperoleh kebahagiaan dalam rumah tangga. Jika ukurannya sekedar cinta dan kasih sayang, memang over dosis, tanpa minta pun selalu dikasih. Tapi kebahagiaan materi, ini yang susah diwujudkan oleh Joni. Maklum dia pegawai kecil, sehingga tak bisa memanjakan istri. Rumah tetangga sudah pakai kulkas, dia tidak punya. Bahkan saat para ibu-ibu yang lain pakai HP blackberi, Joni hanya punya blek borot (kaleng bocor) di rumah.
Bahkan ketika Ida minta buah mangga ranum yang harganya tak seberapa mahal, Joni tak mau juga membelikan. Katanya, ”Besuk nanam sendiri saja, kamu nanti boleh makan sepuasya sayang!” Lah, ini suami cap apa? Orang istri butuhnya sekarang, siapa tahu sedang ngidam, kok disuruh menunggu paling tidak 5 tahun lamanya.
Di kala hidup dalam keterbatasan ekonomi, Ida berkenalan dengan lelaki muda yang cukup menjanjikan. Tampang sih biasa-biasa saja, tapi perhatian dan royalnya pada Ida sungguh luar biasa. Lelaki bernama Rudi, 28, itu suka mengajaknya jajan, pulangnya nanti diberi oleh-oleh dan sejumlah uang. Padahal selama ini, lelaki itu tak pernah menuntut lebih, kecuali jalan-jalan saja. Padahal lazimnya lelaki, setelah jalan-jalan pasti ngajak tidur-tidur di hotel.
Karena sikap Rudi yang tulus, lama-lama dia jadi terpikat, sehingga meskipun diajak ke mana-mana sampai lupa waktu, dia tak menolak. Bahkan sejak itu pula, Ida berani berbohong pada suami. Katanya tidak ke mana-mana, tahu-tahu blasssss pergi bersama lelaki yang kini boleh disebutnya: PIL.
Beberapa hari lalu sampai Joni pulang kerja jam 19.00 malam, Ida belum juga pulang. Tentu saja Joni bertanda tanya, sementara HP istri juga tidak aktif. Baru pukul 20.00 istri pulang. Ditanya dari mana saja, Ida tak menjawab. Baru setelah dibentak, Ida memberikan jawaban pating pecotot. ”Kamu sudah kurang ajar, pergi tidak pamit suami,” kata Joni sambil menggebrak meja.
”Ke mana saja kamu hari ini?” bentak Joni lagi. Saking bingungnya, Ida pun kelepasan ngomong bahwa baru saja pergi bersama PIL-nya. Tentu saja jawaban jujur ini membuat Joni kalap. Tak ayal lagi tinju melayang berulang kali, dari swing diropel dengan jap. Dalam kondisi babak belur dan jalan termehek-mehek, Ida mengadu ke Polsek Tenggarong. ”Saya digebuki suami. Saya memang salah, tapi masak dihajar seperti nggebuki ular saja,” lapornya pada petugas polisi.
Jaman sekarang, jujur malah hancur. (JPNN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Demen Sama Istri Tetangga Setan Jadi Kambing Hitam
SETAN memang selalu mengajak orang berbuat sesat. Maka Norman, 40, berani saja mengkambinghitamkannya, karena setan tak bakal protes. Ketika dia ditanya polisi kenapa menghamili Wasilah, 28, istri TKI tetangganya, jawabnya tanpa beban, ”Ya karena pengaruh setan, Pak!”
Setan memang makhluk Allah yang punya komitmen menyesatkan manusia hingga di hari kiamat nanti. Maka orang baik-baik bisa jadi rusak karena dipengaruhi setan, dan orang rusak pun akan semakin momrot (rusak) karena pengaruh syaiton juga. Tapi jika manusia tebal imannya, tidak tipis macam selotip, Insya Allah dia akan menjadi manusia lurus yang demit ora ndulit setan ora doyan (baca: kebal godaan setan).
Norman yang tinggal di Dusun Kantan Desa Sendoyan Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, awalnya orang baik-baik. Dia mengurus keluarga secara benar, bergaul dengan tetangga juga tetap baik tak pernah ada masalah. Kewajiban sebagai warga negara juga dipatuhi dengan benar, misalnya: bayar pajak motor tepat waktu, PBB juga tak pernah nunggak. Sebab kata orang Pajak, tidak bayar pajak apa kata dunia?
Tapi karena mata tidak dipajaki negara, belakangan Norman suka jelalatan ke mana-mana, khususnya setiap melihat perempuan cantik. Padahal di rumah juga sudah ada ”kendaraan” sendiri. Tapi memang begitulah kebanyakan lelaki. Dan ketika Norman melihat Ny. Wasilah wanita tetangga yang aduhai, pendulumnya langsung kontak, sementara ukuran celana mendadak sontak berubah, dari L menjadi XL.
Kenapa Norman yang tadinya baik-baik, mendadak jadi demen pada istri orang? Ya karena dikompori dan dipengaruhi setan. Awalnya dia tak pernah memikirkan Wasilah, meskipun dia memang cantik. Tapi sejak suaminya jadi TKI ke Malaysia, tiba-tiba setan datang dan mencoba membuka ”wawasan”-nya. ”Ada perempuan cantik nganggur kok didiamkan saja, bego amat kamu!” begitu kata setan.
Mulailah setan memberikan kultum (kuliah tujuh menit) versi iblis, tentu saja. Katanya nih, sebagai wanita yang lama ditinggal suami, pastilah Wasilah kesepian, butuh kehangatan malam. Sebagai tetangga yang baik, Norman harus membantu mengusir rasa sepi itu. Caranya, Norman harus siap menggantikan posisi suaminya, cukup untuk nafkah batin saja, karena itu yang lebih dibutuhkan.
Cuma sekali itu setan memberi pengarahan, dan selanjutnya Norman sudah bisa jalan sendiri. Kebetulan wanita itu sering sendirian di rumahnya, sehingga lelaki subita (suka bini tetangga) ini semakin leluasa bergerak. ”Gampang kan, maju terus. Nanti kalau ada kesulitan baru hubungi saya, tapi bukan kesulitan keuangan lho ya…!” kata setan lagi.
Sekitar 6 bulan lalu Norman benar-benar masuk ke kamar Wasilah. Disergapnya dia dan minta dilayani hubungan intim bak suami istri. Tentu saja perempuan itu menolak, tapi Norman mengancam dengan senjata tajam. Wasilah akhirnya tak berkutik, bahkan berbuka paha untuk Norman sang pengemban amanat setan.
Rupanya Wasilah belakangan menikmati, sehingga selanjutnya tanpa ancaman pun Norman berhasil menuntaskan birahinya. Entah berapa kali berbuat, tahu-tahu Wasilah hamil. Tentu saja bingung dia, orang suami di Malaysia kok bisa hamil. Maka dia segera lapor pada suami bahwa pernah dipaksa hubungan intim oleh Norman tetangga dengan ancaman. Gara-gara itu suaminya pulang dan melaporkan Norman ke polisi. Saat ditanya polisi kenapa menyelingkuhi bini tetangga, jawabnya enteng, ” Ya karena pengaruh setan!”
Padahal setan hanya sekali mengajari. (JPNN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Rabu, 06 November 2013
Ketimbang Babak Belur Telitilah Sebelum Pacaran
HATI-HATI pacaran dengan perempuan yang mengaku janda. Jika tidak ada bukti hitam di atas putihnya, nasibnya bisa seperti Paridi, 30, dari Tuban (Jatim). Saat apel di rumah Yayuk, 28, langsung digerebek dan digebuki warga dengan tuduhan pacari bini orang. Maka ingatlah nasihat orangtua: teliti sebelum pacaran dengan janda!
Janda adalah perempuan yang berstatus merdeka 24 jam, karena siapa pun boleh memacari sepanjang yang berkompetem menyukai. Tapi sesuai dengan perkembangan era gombalisasi, harus teliti sebelum bertindak. Jangan langsung percaya saat perempuan mengaku janda. Jika tidak ada bukti hitam di atas putihnya, bisa salah sasaran memacari bini orang. Ini kan sama saja mencari penyakit. Mau bersenang-senang malah kena kemplang.
Lelaki sial itu adalah Paridi, warga Tuban yang sudah lama tinggal di Barengan Kediri, karena dia memang bekerja di kota tahu tersebut. Tapi empuknya tahu tak seempuk nasib Paridi saat berburu wanita. Baru pacaran beberapa minggu bersama janda Yayuk, sudah kena hajar penduduk karena perempuan itu masih istri seorang lelaki. Apa nggal rugi di bandar?
Sampai usia kepala tiga dewasa ini, Paridi memang belum menikah. Bukannya dia tak berminat pada wanita, hanya jodoh saja yang terlalu jauh. Setiap perempuan yang ditaksirnya, tak ada yang mau. Sebaliknya sejumlah perempuan yang tak dikehendakinya, malah siap menjadi istrinya. Paling celaka, para wanita yang siap menjadi nyonya Paridi itu rata-rata berwajah standar, ban belum radial dan tanpa central lock. Ya, asal nggelinding ibaratnya mobil.
Sudah beberapa minggu ini Paridi punya pacar baru, namanya Yayuk. Sesuai dengan namanya, perempuan itu memang cantik. Soal status janda beranak dua, baginya tak masalah karena Yayuk memang menanggapi aspirasi arus bawahnya. Cuma celakanya, lagi-lagi ibarat mobil, tanpa cek di Polda bagaimana kondisi surat-suratnya, Paridi langsung siap untuk membeli dan balik nama.
Sudah beberapa kali Paridi main ke rumah Yayuk. Awalnya hanya duduk-duduk saja di ruang tamu. Tapi setelah sekian kali kunjungan, Paridi mulai berani masuk kamar, menyusul di mana Yayuk tidur. Memang tidak ngapa-ngapain, tapi berada di kamar perempuan itu rasanya sudah indah dan bahagia luar biasa. ”Sudah berani koalisi, harus disusul dengan eksekusi, Bleh…..” begitu setan memberi semangat.
Sial rupanya bagi Paridi kali ini. Boro-boro eksekusi, baru saja duduk di tepi ranjang Yayuk, tahu-tahu pintu rumah sudah digedor-gedor warga. Tanpa menunggu dibukakan tuan rumah, pintu sudah ditendang sampai jebol. Belum juga rasa kaget dan paniknya, Paridi sudah diseret keluar. ”Tahu nggak sampeyan, Yayuk ini masih punya suami. Kenapa dipacari juga, memangnya tak ada perempuan lain?” hardik warga dengan wajah garang.
Bersama Yayuk, Paridi langsung dibawa ke balai desa. Saat diinterogasi dia bersikeras bahwa masih pacaran biasa-biasa saja, tidak sampai melanggar batas etika ketimuran. Bukti nyata, ketika digerebek dalam kamar dia masih berpakaian lengkap. Namun demikian warga tak juga membebaskan, justru polisi Polsek Ngasem didatangkan untuk mengusut Paridi yang dituduhnya telah berbuat mesum dengan istri orang.
Nasib apes itu terjadi saat Paridi dinaikkan ke mobil patroli. Sejumlah pemuda bergantian memberi “sangu” berupa pukulan. Meski dia sudah mengaduh berulang kali tetap saja mukanya kena tonjok. Hampir saja polisi kewalahan, jika tidak segera melarikan kendaraan itu secepatnya, meninggalkan desa Doko Kecamatan Ngasem.
Nasib Paridi memang lagi kecut macam asem. (HS/Gunarso TS)
(SUMBER)
Percuma Beristri Cantik Jika Suami Penyakitan
BUAT apa punya istri cantik, jika suami penyakitan? Dan inilah problem yang mendera Sarkawi, 61, warga Majalengka (Jabar). Sejak kena penyakit paru-paru (TBC) 9 bulan lalu, praktis dia tak bisa lagi menafkahi batin istrinya. Pusing penyakit tak kunjung sembuh, dan khawatir istri nyeleweng; akhirnya Sarkawi memilih gantung diri dalam rangka bunuh diri.
Di kala usia semakin meninggi, maunya orang selalu sehat jasmani, sehat rohani dan sehat ekonomi. Tapi tak semua orang bisa menikmati kondisi itu. Kebanyakan orang, sehat jasmani tapi tak sehat ekonomi. Yang sehat ekonomi, tidak sehat jasmani alias sakit-sakitan. Paling parah adalah, jika jasmani tidak sehat, ekonomi juga tidak sehat. Inilah yang namanya: di kala muda tak bahagia, setelah tua malah banyak biaya!
Rupanya Sarkawi warga Desa Gandasari, Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka, termasuk kakek yang demikian. Usia sudah kepala enam, tapi ekonomi tidak memadai. Tambah-tambah kondisi kesehatannnya juga sangat memprihatinkan, sebab sejak 9 bulan lalu dia terkena penyakit TBC yang tak kunjung sembuh. Satu-satunya kebanggaan yang masih dimiliki, Sarkawi ini masih memiliki istri cantik, Atikah, 48.
Tapi meski istrinya cantik dan STNK, dalam kondisi sakit-sakitan begini, ya percuma saja karena tak bisa begituan. Nafsu memang ada, tapi napas yang tak bisa mengimbangi. Jadi ibarat mobil, Sarkawi sudah tak bisa ”nanjak” lagi di Puncak gara-gara matahari dan platkoplingnya sudah geripis.
Karena problem ini, dia menjadi selalu was-was bila Atikah nantinya jatuh pada pelukan lelaki lain. Orang punya penyakit TBC kok yang dipikirkan macem-macem, tentu saja makin sulit sembuhnya. Apa lagi kondisi kantongnya tak mampu untuk menebus resep dokter secara penuh. Walhasil paru-parunya yang berlobang tak semakin merapat, justru tambah berlobang.
Demi penyembuhan Sarkawi, keluarganya kemudian membawa si kakek ke rumah orangtuanya di Sumedang, yang tentunya lebih kakek-kakek lagi. Karena istrinya tak sanggup selalu mendampingi di sana, pikiran Sarkawi semakin panik. Jangan-jangan selama ditinggal “tetirah” di kampung, Atikah main gila masuk sarung. Nah, tentu saja penyakit Sarkawi semakin parah, setiap batuk selalu mengandung bercak darah.
Beberapa hari lalu Sarkawi memaksa minta diantar pulang ke rumahnya di Majalengka. Ironisnya, begitu ketemu istrinya malah marah-marah. Dia mengomeli Atikah sebagai istri yang yang tidak setia. ”Suami sakit kok jarang-jarang berkunjung untuk membezuk,” omelnya. Tentu saja istri membela diri, sehingga suami istri yang jarang ketemu itu ribut lagi.
Untuk menyapih yang sedang emosi, Atikah sengaja malam itu tidur di rumah tetangga. Tapi pagi hari ketika dia pulang, justru mendapatkan suaminya gantung diri di samping rumah. Lehernye terikat tambang plastik, lidah terjulur dan mata melotot macam mau nakut-nakutin anak. Gegerlah warga Desa Gandasari. Ny. Atikah sama sekali tak menyangka bahwa suaminya akan berbuat senekad itu.
Sudah miskin harta, Sarkawi miskin wawasan pula. (JPNN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Jadi Pasien Dokter THT Gara-Gara SMS Bini Orang
HATI-HATI jika main SMS dengan bini orang, salah-salah nasibnya bisa seperti Husin, 32, dari Makasar ini. Tak punya penyakit telinga tapi harus ke dokter THT. Pasalnya, dia baru saja ditempeleng lelaki yang bininya dikirimi SMS, sehingga telinganya sampai berdarah. Jadilah Husin pasien dokter THT.
SMS dam MMS adalah komunikasi praktis lewat HP. Dari keperluan biasa sampai yang luar biasa, untuk pacaran misalnya. Tapi jika SMS itu terbaca oleh yang tidak berkompeten, kadang bisa menimbulkan bahaya. Boleh percaya boleh tidak, praktisi selingkuh banyak yang terbongkar gara-gara SMS yang jatuh pada pihak yang tidak berhak. Coba saja kirim gambar porno, tetapi yang membuka atau yang menerima bukan pemilik HP yang sebenarnya, pasti bakal jadi ribut.
Kisah konyol ini dialami oleh Husin, warga Jalan Pettarani II, Makassar. Melihat bini tetangga lain gang cukup cantik menggemaskan, iseng-iseng dia kirim SMS rayuan gombal. Lama-lama SMS itu terbaca oleh suami si wanita nan cantik tersebut. Tentu saja suaminya ngamuk. Tahu yang kirim adalah tetangga sendiri, Husin kontan dihampiri dan dipukul helm pletakkk pletakkk……
Husin memang termasuk lelaki malang. Hingga usia kepala tiga belum juga menikah. Banyak juga sih yang ditaksirnya, tapi tak ada yang mau. Sebaliknya banyak juga yang naksir Husin tapi tak ditanggapi. Masalahnya, yang demen pada dia rata-rata bertampang buthek. Padahal selera Husin yang mirip artis Syahrini, yang pakai ”dasi” ala pakean kuda tetap juga menggairahkan.
Paling celaka, yang ikut ditaksir Husin juga Ermi, 28, tetangga sendiri di Jl. Pampang. Padahal, wanita tersebut sudah punya suami. Ini kan sama saja cari gara-gara. Tapi Husin tak peduli. Ketika sudah tahu nomer HP perempuan itu, langsung saja kirim SMS yang mendayu-dayu dan penuh rayuan gombal. Tak hanya mengajak janjian ketemu, makan bersama, tapi juga tidur bersama.
Meresponkah Ermi yang cantik tersebut? Tidak diketahui pasti. Yang jelas, beberapa hari lalu SMS itu terbaca oleh Ibram, 35, suami Ermi. Suami cap apapun pasti marah ketika tahu bininya dirayu-rayu untuk dipacari dan dikeloni. Lebih-lebih setelah tahu siapa pengirimnya, mendadak sontak Ibram ingin bikin perhitungan dengan Husin si lelaki hidung belang.
Jam baru menunjuk pukul 21.00 malam itu. Ketika Ibram pura-pura mengaku sebagai Ermi dan menanyakan di mana Husin berada, tak lama kemudian dijawab: abang ada di bawah jembatan fly over Urip Sumoharjo. Segera saja Ibram meluncur ke sana dengan sepeda motornya. Begitu ketemu, tanpa ba bi bu lagi dia langsung memukulkan helm miliknya ke kepala Husin. ”Kurang ajar kamu ya, bini orang kau ajak kencan juga!” ujarnya sambil terus pletakkk pletakkk menghajarkan helmnya.
Untung lokasi itu dekat pos polisi, sehingga cepat ketahuan petugas. Keduanya lalu digiring ke Polsek Panakukang. Tak lupa Ermi juga dihadirkan, untuk mencari barang bukti lebih lanjut. Tapi bini Ibram ini menolak bahwa selingkuh dengan Husin, karena tak pernah kenal secara baik. Memang lelaki itu sering kirim SMS, tapi tak pernah ditanggapi oleh Ermi.
Kasihan, sudah bertepuk sebelah tangan, ditepuk helm pula. (Sindo/Gunarso Ts)
(SUMBER)
Beli Golok di Pasar Malam Khusus Untuk Bacok PIL Istri
MAUNYA Gusti Mayun, 35, malam itu ke pasar malam sekedar untuk cari hiburan. Tapi begitu lihat Gede Raka, 32, PIL istrinya nampak nyanyi di panggung, emosinya langsung bangkit. Buru-buru dia beli golok di pasar malam itu, dan langsung dibacokkan ke Gede Raka yang sedang nyanyi-nyanyi. Gemparlah pengunjung.
Biar istri jelek seperti apapun, jika diselingkuhi orang, suami pasti mencak-mencak. Bahkan di banyak kejadian, gara-gara istri yang diganggu, seorang suami rela bertaruh nyawa demi membela kehormatannya sebagai lelaki. Ada kalanya dia berhasil melampiaskan dendamnya, menjaga martabat demi “martabak” istri. Tapi banyak pula yang sebaliknya: sudah kehilangan istri masih harus kehilangan nyawa pula.
Gusti Mayun dari Singaraja (Bali) tak sebegitu parah nasibnya. Tapi gara-gara membela kehormatan keluarga ini, dia malah jadi urusan polisi, bahkan bakal masuk penjara. Pasalnya, hanya dengar isyu istrinya diselingkuhi lelaki lain, dia langsung jadi dendam pada Gede Raka yang digosipkan jadi PIL tersebut. Dan di sinilah kesadisan Mayun menjadi demikian nyata, ada orang lagi senang-senangnya nyanyi di atas panggung kok dibabat golok. Ya gegerlah pengunjung pasar malam.
Istri Gusti Mayun yang bernama Made Darti, 27, sebetulnya tidak cantik-cantik amat. Cuma bodinya meck, nggitar spanyol. Lelaki normal cap apapun, pasti akan berkhayal yang enggak-enggak demi melihat penampilan bini Gusti Mayun ini. Apa lagi Ny. Made Darti ini pembawaannya ramah dan murah senyum, sehingga yang kena senyumnya bakal tak bisa tidur semalaman.
Entah dari mana sumbernya, tiba-tiba beredar isyu bahwa Made Darti terlibat afair dengan Gede Raka, warga Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada Kabupaten Singaraja. Kebetulan Gusti Mayun juga kenal lelaki itu, sehingga dia mencoba klarifikasi kabar tersebut. Namun ternyata Gede Raka membantah kabar itu. Hubungannya dengan Darti sekedar pertemananan, bukan hubungan asmara, apa lagi hubungan kelamin.
Gusti Mayun kemudian mencoba konfirmasi pada istrinya. Tapi Made Darti juga mengaku tak ada apa-apanya dengan Gede Raka, semua sekedar kenal biasa. “Kalau saya selingkuh, tunjukkan buktinya?” tantang sang istri. Karena memang tak punya bukti pendukung, Gusti Mayun akhirnya hanya manyun dalam rasa penasarannya.
Meski keduanya sudah diklarifikasi, ternyata isyu tak juga mereda. Makin penasaran saja Gusti. Tapi bagaimana harus cari bukti, sebab tak ada gerak-gerik mencurigakan istrinya selama ini. Pelayanan pada suami juga tak berubah. Ibarat obat, ”seminggu tiga kali sesendok makan” juga tak berkurang. Tapi gara-gara itu pula, dia menjadi benci sekali setiap melihat Gede Raka. Lelaki itu memang jauh lebih tampan darinya. Tongkrongannya dia seperti Kapten Lasarus, sedang Gusti Mayun mirip kap lampu.
Beberapa malam lalu ada panggung hiburan di Lapangan GOR Buwana Patra, Singaraja. Gusti Mayun yang sedang suntuk iseng-iseng nonton pasar malam itu. Eh, di sana malah melihat Gede Raka nyanyi di panggung dengan gayanya yang gimana, gitu. Gusti Mayun segera ingat isyu yang beredar selama ini. Diam-diam dia beli golok yang juga dijajakan di pasar malam itu. ”Rasakan pembalasanku,” batin Gusti sambil membayar.
Beberapa menit kemudian dia sudah naik panggung sambil bawa golok. Gede Raka yang sedang berdendang itu dibacok tepat di bagian punggung. Sempat lari sebentar, tapi kemudian ambruk. Polisi bergegas menangkap penonton yang ngamuk tersebut. Dalam pemeriksaan, dia mengaku cemburu karena digosipkan Gede raka menyelingkuhi bininya.
Gosip kan belum tentu datanya sip. (Denpost/Gunarso TS)
(SUMBER)
Ke Rumah Ada Masalah, ke WIL Malah Digerebeg
APEK banget nasib Kosim, 40, sebagai suami. Pulang dari Jambi hendak ke rumah istri, eh….sedang pisah rumah karena ada masalah. Sedangkan mampir ke rumah WIL di lain desa, malah digerebek warga karena dituduh selingkuh. Ya sudah, pasang badan saja bahwa memang sudah ada persiapan mau menikah dengan pemilik rumah.
Nasib buruk seseorang sebetulnya karena ulahnya sendiri. Sudah punya istri dan anak, kenapa seorang lelaki matanya masih jelalatan mencermati gadis-gadis cantik? Tentu saja istri jadi cemburu, dan kemudian malah mengusir suami dari rumah, dalam rangka pisah ranjang menjelang perceraian. Apa nggak ngenes jadi suami yang bernasib seperti ini?
Ngenes nggak ngenes, begitulah kelakuan Kosim, warga warga Tebat Ijuk Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kecinci, Jambi. Pulang dari Jambi kemaleman, tapi tak berani pulang ke rumah sendiri, karena istri sudah menyatakan perang dan siap bercerai. Giliran ke rumah WIL di lain desa, gara-gara datangnye sudah larut malam, malah digerebek dikira mau berbuat mesum.
Kosim memang termasuk lelaki yang punya penyakit kronis di matanya. Bukan trachom atau katarak, tapi mata keranjang. Meski di rumah sudah ada istri yang cukup cantik, bila ketemu cewek cakep ala Syahrini, syahwatnya langsung menaik. Matanya melotooot….. tak berkedip, mengagumi sicewek depan matanya yang sungguh gersang alias seger merangsang itu.
Jika sekedar melototi saja, itu masih mending. Kosim pasti berusaha untuk mendekati, mengajak bergaul si cantik dengan target untuk menggauli. Lama-lama kelakuannya ini ketahuan istrinya. Sudah diingatkan tak kunjung kapok, akhirnya ibunya anak-anak ini mengambil tindakan tegas, pisah ranjang dan rumah dalam rangka bercerai.
Belakangan Kosim memang tengah menjalin hubungan dengan janda muda Dahlia, 32, warga Desa Baru Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur. Ya perempuan ini yang bikin dia terusir dari rumah sendiri. Mungkin karena merasa bersalah, diusir dia diam saja. Padahal mestinya kan bisa meniru pengusaha Adhiguna, sehingga dia bisa bilang, ”Ini rumah rumah saya sendiri, mau saya bakar mau saya rusak itu hak saya. Kenapa kamu malah mengusir saya…..?”
Tapi begitulah yang terjadi, Kosim harus hengkang dari rumah sendiri. Dalam kondisi pusing memikirkan keluarga, dia ada tugas ke Jambi. Tambah sial lagi, saat pulang kemalaman sehingga nyarter mobil. Tapi gara-gara ribut dengan bini, Kosim tak berani pulang ke rumah, melainkan ke rumah WIL-nya, padahal waktu sudah menunjuk pukul 01.00 lebih.
Warga tetangga Dahlia melihat ada mobil datang tengah malam pada keluar dan mengintip, begitu tahu yang datang adalah lelaki yang sering datang ke rumah tersebut, pikiran kotor pun muncul. Nah ini dia, pasti lelaki itu mau mengajak mesum gendakannya. Warga pun kompak dan segera menggerebeknya. Meski Kosim beralasan kehadirannya murni mau pinjam duit untuk bayar ongkos mobil carteran, warga tak percaya dan siap mengarak dan menelanjanginya.
Wah ini terbalik-balik. Biasanya kan telanjang dulu baru selingkuh, kok ini malah dipaksa telanjang sebelum selingkuh. Akhirnya Kosim mengaku saja bahwa Dahlia memang WIL-nya dan siap dinikahi beberapa bulan mendatang. Berkat pengakuan jujur tersebut, Kosim hanya diserahkan pada tetua adat, tanpa dibawa ke polisi.
Bawa ke Hansip malah nikah malam itu juga. (TN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Ternyata Janda Cantik Juga Mahal Tebusannya
Kata penyanyi Mus Mulyadi, gadis cantik mahal ongkosnya. Tapi bagi Ridwan, 25, janda cantik juga mahal tebusannya. Sebab baru tiga minggu dia memacari Rini, 24, dia sudah babak belur dihajar bekas suaminya, bahkan sepeda motornya juga dirusak sekalian. Terpaksa Ridwan melaporkan Heru, 29, ke Polsek Medan Labuhan, Medan.
Pada sebuah lagunya di tahun 1970-an, penyanyi Mus Mulyadi pernah mengingatkan, “Jangan pandang sembarang pandang, gadis yang cantik mahal ongkosnya.” Itu memang benar adanya dan semakin relefan di era gombalisasi ini. Sebab gadis tahun 1970-an menilai, witing tresna merga kulina. Tapi gadis sekarang, witing tresna merga atusan lima (baca: materialistis).
Peringatan Mus Mulyadi ini bisa juga dijadikan pelajaran bagi Ridwan, warga Jalan Cingkwan, Kel. Besar, Kec. Medan Labuhan ini. Sebab ketika dia berani memacari janda cantik, ternyata memang sangat mahal tebusannya. Sebab belum juga bersanding ke pelaminan –apalagi hubungan kelamin- baru pacaran antar jemput saja bekas suaminya sudah marah-marah. Tak ayal lagi Ridwan kenyang makan ketupat bangka hulu.
Dua tahun lalu Rini memang bercerai dengan suaminya, Heru. Tapi perceraian itu bukan kehendak suaminya, sehingga dia tak rela dengan perceraian tersebut. Dalam hatinya dia bertekad, cepat atau lambat, Rini harus bisa saya kuasai kembali. Dia piker memiliki istri tak ubahnya dengan punya perusahaan. Karene kepepet, sahamnya banyak dijual. Tapi nanti setelah ada rejeki, dia akan kembali membeli saham PT itu sehingga bisa kembali memiliki perusahaan tersebut.
Perceraian itu dulu terjadi karena factor ekonomi yang tak kunjung membaik. Maka untuk bisa merebut kembali hati Rini, Heru berusaha memperbaiki perekonomiannya. Ternyata itu tidak mudah. Padahal, di kala Rini dalam status janda sudah banyak yang mengincarnya. Maklumlah, ibarat mobil janda Heru ini masih tangan pertama, surat komplit dan bodi full kaleng.
Rini kini pacaran dengan Ridwan yang ekonominya lebih mapan. Karena perempuan itu sudah terus terang statusnya dan keluarga membenarkan, tanpa ragu dia memacari untuk dijadikan istri kelak. Prinsip Ridwan janda tak masalah, jadi “generasi penerus” kan bukan hal jelek. Karenanya dia tanpa ragu antar jemput calon istrinya ke tempatnya kerja.
Hal ini rupanya terdengar oleh Heru. Dia jadi marah karena programnya bakal terkendala. Karenanya dia kemudian mengajak temannya untuk memberi pelajaran pada Ridwan yang lancang mau mengambil bekas istrinya. Nah, di kala baru saja Ridwan menurunkan Rini di depan kantornya, tahu-tahu dicegat Heru. Ridwan yang masih di atas motor ditempeleng hingga jatuh. Bahkan sepeda motornya dihancurkan pakai balok.
Irinisnya, Satpam pabrik yang melihat kejadian tak menolong. Dalam kondisi babak belur Ridwan mengadu ke Polsek Medan Labuhan. “Saya pacari janda, kok ada yang rebut ngaku suaminya,” lapornya.
Makanya, sebelum pacari Rini, cek dulu suratnya ke Polda. (JPNN/Gunarso TS)
(SUMBER)
Langganan:
Komentar (Atom)