Menjadi Menu Tambahan Lelaki Ayam Kampung

NGAKUNYA Sarino, 33, ini ayah tiri yang bermartabat. Tapi dalam prakteknya kelakuan justru mirip ayam kampung. Terhadap kedua anak tirinya yang masih ABG, yang berarti juga anak dari istrinya, bisa timbul juga nafsunya. Dalam berbagai kesempatan, Ida, 14, dan Santi, 12, dijadikan “menu” tambahan untuk pemuas nafsu. Keruan saja ayam kampung berkumis ini jadi urusan polisi.
Tahukah ayam kampung? Dia adalah hewan unggas yang dalam urusan libido seksualitas main tabrak saja. Pada babon (induk ayam) doyan, pada anak dari pada babon si ayam jago ini juga nggak nolak. Pokoknya mana yang ada sajalah. Ada emaknya, ya emak yang disikat. Ada anaknya yang sudah nampak dere (mulai dewasa) juga disikatnya tanpa ampun.
Rupanya Sarino warga Desa Purwodadi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti (Riau) ini juga seperti ayam kampung. Saat menikah dengan janda Sartinah, 37, lima tahun lalu dia nampak sayang kepada kedua anak tirinya yang nampak masih bocah itu. Tapi begitu nampak gede barang sedikit, keluar deh aslinya yang seperti ayam kampung itu. Setiap ibunya tak di rumah. Kedua gadis itu dirayu-rayu agar mau diperlakukan sebagaimana ibunya.
Sarino dulu boleh dikata merupakan lelaki yang sulit jodoh. Setiap naksir cewek tak ada yang mau. Maklumlah, wajahnya sangat pasaran dan standar pula. Jika tidak ketemu janda Sartinah, mungkin hingga kini dia juga masih jadi bujangan lapok. Tapi untunglah Allah mempertemukannya dengan janda yang tidak memandang lelaki dari materi dan penampilannya. Bagi Sartinah, asal Sarino bisa menjadi lelaki secara normal, sudahlah cukup. “Soal ekonomi biar saya yang cari, sampeyan cukup rajin minum obat kuat sajalah,” begitu kata Sartinah waktu itu.
Kasarnya, Sarino memang hanya mau dijadikan pejantan alias penyaluran libido si janda. Maklum, sejak bercerai dengan suaminya 3 tahun sebelumnya, selama itu pula aktivitas peranjangan Sartinah terhenti sama sekali. Untuk mengisi rasa sepinya dia hanya semakin rajin berdagang, padahal bila malam hari kembali dia hanya bergulat dengan guling tanpa makna.
Tapi setelah ketemu Sarino sebagai suami baru, kehidupannya jadi nampak ceria kembali. Ibarat sebuah mobil, setelah di “tune up” dan disporing balansing, jalannya menjadi enak dan mesin terdengar halus. Maklum, Sarino sebagai lelaki muda memang bisa mengimbangi tuntutan dan kebutuhan Sartinah yang masih sangat enerjk tersebut.
Sayangnya, selama menikah dengan Sartinah tak menghasilkan apa-apa, maksudnya tak ada secuil pun anak yang lahir sebagai hasil kerjasama nirlaba tersebut. Dalam kondisi jenuh dengan ”menu” yang itu-itu saja, kok kedua anak tirinya semakin gede semakin enak dipandang. Mulai deh keluar sifat aslinya sebagai ayam kampung. Di kala istrinya dagang di pasar, keduanya bergantian dirayu-rayu untuk mau digauli. Awalnya keduanya memang menolak, tapi setelah diancam akhirnya kedua ABG tersebut berhasil juga jadi ajang pelampiasan nafsu.
Tapi lama-lama kedua anak tiri itu tak tahan juga selalu dibuat ”menu” tambahan ayah tirinya.Maka dia pun lalu mengadu kepada keluarganya. Tentu saja Ny. Sartinah jadi mencak-mencak, karena suaminaya yang tak tahu berterima kasih. Langsung saja Sarino dilaporkan ke polisi Polres Tanjungjabung. Kini Sarino mendekam dalam tahanan, ancama hukumanya lumayan berat, karena menodai gadis di bawah umur.
Dasar ayam kampung, anak tiri dipatuk juga. (JPNN/Gunarso TS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar