Jumat, 10 Januari 2014

Bukan Lagi Istrinya Masih Mau Dimonopoli

nah-1-sub


JIKA PA (Pengadilan Agama) sudah memutus: cerai, maka suami istri pun putus hubungan dengan nyamuk. Tapi Mangudi, 35, dari Bantul ini aneh. Pawiti, 27, bekas istrinya maunya masih dimonopoli. Gara-gara Dikin, 28, ngotot mau menikahi bekas istrinya, Mangudi kalap dan dicluritlah lelaki itu sampai luka parah.
Talak satu atau talak tiga, menjadikan lelaki tak punya hak lagi atas wanita yang selama ini diajak tidur dan ditiduri. Cuma bedanya, jika talak satu proses rujuknya lebih mudah, talak tiga lebih ribet dan repot. Bagaimana tidak? Jika suami menghendaki, dia boleh rujuk lagi dengan syarat sudah dikawin dulu oleh lelaki lain. Itu pun tak boleh hanya formalitas. Maksudnya: perempuan itu harus disetubuhi dulu, baru diceraikan dan kemudian dirujuk lagi oleh suami pertama.
Agaknya Mangudi dalam posisi seperti ini. Dia memang sudah bercerai talak satu dengan istrinya. Tapi perceraian itu terjadi bukan kehendaknya, melainkan maunya bini. Lantaran alasan Pawiti maton (masuk akal), majelis hakim PA pun mengabulkan. Begitu palu hakim berbunyi thok terothok thok….. (memangnya ketoprak ? – Red), detik itu juga Mangudi sudah kehilangan istri dan resmi jadi duda.
Sebetulnya Mangudi masih mencintai Pawiti, sehingga mumpung talaknya baru satu, kemungkinan untuk rujuk kembali lebih terbuka. Maka meski kini dia sudah putus hubungan dengan nyamuk, eh Pawiti, dia masih memonitor segala gerak-gerik dan perkembangan bekas istrinya tersebut. Maksudnya, nanti jika ekonomi sudah membaik, dia mau merujuk lagi Pawiti sebagai istri.
Tapi rupanya Pawiti sudah patah arang dengan Mangudi. Karenanya begitu putus dengan suaminya, dia segera mencari tokoh alternatif. Ibarat bursa Capres begitu, ya jangan Megawati dan Prabowo melulu, sekal-kali ambil yang lebih muda dan fresh seperti Jokowi apa Mahfud MD. Maka begitu dia kenal dengan  Dikin yang muda dan enerjik, dia langsung mendeklarasikannya sebagai pacar, tanpa menunggu Pileg 9 April mendatang.
Mendengar kabar ini, tentu saja Mangudi panik, apalagi elektabilitas Dikin makin meroket. Diam-diam dia mendekati lelaki itu dan mengingatkan agar mundur saja, sebab nantinya Pawiti mau dirujuk lagi sebagai istri. Ketimbang punya musuh, Dikin sebetulnya mau saja mundur dari konvensi calon suami. Tapi ternyata Pawiti meyakinkan, bahwa sampai kapan pun tak sudi lagi rujuk dengan Mangudi. ”Maju terus, hanya sampeyan calon suamiku yang bisa diterima pasar.” kata wanita dari Manding Serut, Sabdodadi Bantul (DIY) itu.
Pasar di  Kabupaten Bantul kan banyak, itu berarti dukungan untuk Dikin semakin kuat. Oleh karena itu meski sudah diingatkan kembali oleh Mangudi, kini Dikin bergeming. Bahkan dia bersemboyan: sadumuk bathuk sanyari bumi (siap membela sampai mati) demi Pawiti. Bahkan Mangudi diledeknya: Naik haji ke kota Mekah, oleh-olehnya barang elektronik.  Sini yang mau menikah, kok sampeyan yang panik!
Melihat sikap dan tekad Dikin – Pawiti, menjadikan Mangudi kehilangan peluang. Keluarlah wataknya yang asli, diajak main alus nggak bisa, ya harus dikasar. Makanya saat melihat dua sejoli itu boncengan motor, langsung saja dicegat. Dikin yang masih duduk di jok motor disabet clurit. Tak sampai mati memang, tapi harus masuk Rumah Sakit karena luka di kepalanya cukup serius.
Demi cinta, hampir bertaruh nyawa. (HJ/Gunarso TS)  

(sumber)

Kamis, 02 Januari 2014

Waluh Jatuh di Kerikil, Selingkuh Sampai Hamil

NID-27Des

KURANG apa kesabaran Ninuk, 37, sebagai istri? Suami main selingkuh masih dimaklumi saja. Tapi yang bikin marah, selingkuh yang kedua kalinya ini WIL Darto, 40, sampai hamil. Kontan saja pasangan mesum itu digerebek dan dilaporkan ke polisi. Kata Ninuk, waluh jatuh di kerikil, selingkuh kok sampai hamil.
Sebetulnya, istri cap apa pun takkan rela suaminya main perempuan alias selingkuh. Tapi jika hal itu sudah menjadi “hobi” suami, bagaimana bisa menghambat. Maka dalam kondisi kepepet, seorang ibu rumahtangga terpasa permisif ketika suami mengkhianati perkawinannya. Cuma pesannya, selingkuh silakan saja, tapi jangan sampai hamil. Sebab jika dituntut menikahi, akan bikin berantakan rumahtangga sebelumnya.
Salah satu perempuan paling sabar di Kabupaten Situbondo (Jatim) ini adalah Ninuk, warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Dengan pertimbangan demi menyelamatkan keluarga, dia memaklumi saja ketika suaminya punya hobi main perempuan. Dia pernah bertamsil ibarat begini, “Silakan mas “nyate” di luaran, yang penting jangan sampai bawa pulang kambing.”
Darto suami Ninuk ini memang keterlaluan. Orang punya hobi kan biasanya yang positif, misalnya main bola, tenis atau bulutangkis. Lha kok dia ini malah main…… perempuan. Mentang-mentang pas usia 40 tahun, dalam usia puber kedua lalu urusan syahwat dimanjakan? Enak betul jadi lelaki, baru bisa masak kentel barang sedikit sudah mulai berlagu.
Sebagai PNS karier Darto memang sedang moncer. Sudah ditempatkan di pos yang basah, masih sering pula ditugaskan ke luar, jadi pasti dapat uang lebihan. Sayangnya, uang itu bukan di bawa pulang ke rumah, melainkan buat royal perempuan. Yang dibawa ke rumah hanya uang gaji saja, sedangkan tambahan-tambahan yang disebutnya ”dhuwit lanang”, orang rumah tak perlu tahu.
Lama-lama Ninuk tahu juga bahwa duit suaminya banyak yang diivestasikan di bidang selangkangan. Awalnya dia marah juga suami kelakuannya begitu, sehingga Darto pun diomeli habis-habisan. Tapi jawaban lelaki ini malah angin-anginan. Katanya, ”Memangnya masalah buat elu?”
Ya masalah, dong! Tapi karena kemudian Darto mengancam akan menyetop dana ke rumah, akhirnya Ninuk terpaksa diam dan mencoba memaklumi hobi suami. Sebab jika memilih cerai, akan berakibat anak-anak jadi korban. Padahal anak yang di tangan ayah atau ibu tiri akan selalu menderita. ”Biarkan aku menderita, yang penting anak-anak tetap bahagia.” begitu kata Ninuk seakan mupus (terima nasib).
Tapi rupanya Darto semakin nekad. Saat punya WIL baru bernama Ida, dia jadi jarang tidur di rumah, melainkan nginep di rumah gendakannya di Desa Kedungloh kecamatan yang sama. Yang membuat Ninuk marah, dengan WIL terbarunya ini perbuatan amoral Darto sampai menyebabkan perempuan itu hamil. Ini kan sama saja: woh waluh tiba krikil, wong selingkuh kok hamil.
Beberapa hari lalu Ninuk nekad melabrak ke rumah Ida. Dia juga mengerahkan warga untuk menggerebek mereka biar malu. Dan ketika pintu rumah dibuka paksa, keduanya memang sedang berduaan di ranjang seperti laiknya suami istri saja. Kontan Ninuk juga melaporkannya ke Pemda Situbondo tempat Darto bekerja. Bila perlu suami dipecat tak apa, sudah kadung mangkel kok.
Ibarat masakan, sampai gosong karena Darto kasep ngangkat. (BJ/Gunarso TS) 

(sumber)

Begawan Wisrawa Modern Menggasak Calon Mantu

30-DES


Andaikan wayang, Samrodin, 45, ini Begawan Wisrawa. Betapa tidak? Melamar gadis Samini, 18, untuk anak lelakinya, eh….malah dipakai sendiri. Itupun menggunakan cara tak patut, bahkan biadab. Calon mantu itu diajak jalan-jalan, lalu di tempat sepi disetubuhinya dengan paksa. Tentu saja calon besan mencak-mencak.
Dalam kisah perwayangan, Begawan Wisrawa dari Lokapala bermaksud mencarikan istri untuk anak lelakinya, Prabu Danaraja. Dilamarlah kemudian Dewi Sukesi dari negeri Ngalengka. Namun ternyata, sang begawan naafsu sendiri pada calon menantu. Dengan alasan mengajarkan ilmu Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, putri Prabu Sumali itu berhasil dinodai hingga hamil. Tentu saja Prabu Danaraja kalap dan hampir membunuh ayah kandungnya.
Kelakuan Samrodin dari Bangkalan (Madura) ini identik dengan Begawan Wisrawa. Tapi karena dalam jagad modern tak boleh main hakim sendiri, si anak lelaki, Ajis, 20, hanya pasrah mengalah. Bagaimana dengan calon besan? Mereka marah-marah karena Samrodin telah merusak masa depan calon menantunya. ”Dia itu masih familiku juga, tapi kok tega-teganya memperkosa anakku,” kata orangtua gadis Samini.
Gadis Samini memang hidup sekampung dengan Ajis di Dusun Laok Leke Desa Petengteng Kecamatan Modung. Ternyata anak muda itu kemudian ada hati dengan Samini, sehingga dia minta pada ayahnya untuk melamarkannya. Sebagai ayah yang baik, Samrodin pun segera memenuhi permintaan sang anak. Dia segera melamar Samini dan calon besan memberi lampu hijau. Kapan diresmikan menjadi suami istri, masih menunggu hari baik.
Ternyata diam-diam Samrodin ini juga nginceng atau menaksir Samini yang mulai tumbuh mekar bak bunga di taman. Saat mendengan permintaan Ajis, dia merasa kaget juga karena ternyata kalah set. Tapi sebagai ayah, mana mungkin Samrodin bilang, ”Jangan nak, itu mau bapak pakai sendiri!” Apapun alasannya, ayah kudu mengalah demi anak.
Tapi jika setan sudah mulai intervensi, hil-hil yang mustahal bisa saja terjadi. Samrodin yang tadinya welcome atas niat anaknya, belakangan mau mengorbankan anak asalkan dirinya enak. Maklumlah, Samini ini memang lumayan cantik, bodi sekel nan cemekel. Dia pun memprediksi, meski penampilan gadis itu bisa bikin deg-degan, tapi tentu sangat nyaman di bawah lambung.
Beberapa hari lalu Samini minta diantar mertuanya ke Kecamatan Galis. Kesempatan emas ini tak disia-siakan. Segera saja calon mantu diboncengkannya sepeda motor ke daerah tujuan. Tapi di jalan yang sepi di Desa Kajuanak, Kecamatan Galis, tiba-tiba sepeda motor dihentikan, lalu berhenti di tempat yang rimbun dengan alasan istirahat sejenak. Padahal…….
Mendadak saja Samini disergap dan dipaksa melayani kebutuhan biologisnya. Semula gadis itu menolak dan berteriak. Tapi lantaran sepi jauh dari perkampungan, sia-sia saja Samini berteriak. Walhasial, siang itu “aset” miliknya yang mustinya menjadi hal Ajis selaku suami kelak, diserobot paksa oleh calon mertua bejat ini.
Samrodin sempat mengantarkan Samini pulang. Tapi setibanya di rumah gadis malang itu melaporkan pada orangtuanya, perihal nasib yang baru saja dialami. Sudah barang tentu orangtua marah-marah dan Samrodin pun dilaporkan ke polisi. Yang kasihan tentu saja Ajis, ayah masuk tahanan, barang miliknya kadung diserobot orang.
Mau cari yang lain lagi? Tega amat Bleh. (JPNN/Gunarso TS)  

(sumber)

Guru SD Pulang Mengajar Kok Pukul 02.00 Dinihari

nah-sub

INI Bu Guru cap apa, pulang mengajar di SD kok sering pukul 02.00 dinihari. Usut punya usut, Bu Guru Rita, 39, ternyata sedang punya PIL. Terbukti beberapa hari lalu sempat digereebek suami sedang kelonan bersama cem-cemannya di sebuah hotel, Sepinggan, Balikpapan (Kaltim). Tentu saja suaminya mencak-mencak.
Selambat-lambatnya guru SD pulang mengajar, paling-paling jam 14.00 siang. Jika mengajar sore, tiba di rumah paling kasep juga pukul 18.00. Tak ada ceritanya guru SD berangkat pukul 06.00 pagi tiba di rumah pukul 02.00. Lalu ngapain saja dia di sekolah? Memangnya murid mau dilembur pelajaran sampai belasan jam? Capek deh…..
Tapi Bu Guru Rita yang tinggal di Gunung IV Margomulyo, Balikpapan Barat, ini sungguh lain dari yang lain. Berangkat pagi, tapi sering kali tiba di rumah baru pukul 02.00 dinihari. SD Negri biasa maupun yang bertaraf internasional, takkan pernah ada yang jam belajar-mengajarnya seperti itu. Ternyata, ini semua bisa terjadi lantaran Bu Rita bukan mengajar murid, tapi malah “dihajar” PIL-nya di dalam hotel. Anehnya, meski dihajar habis-habisan, Bu Guru malah merem melek dan ketagihan.
Awalnya Rita memang Bu Guru yang baik. Dia tak pernah melupakan tugasnya sebagai pendidik, dan juga kewajiabannya sebagai ibu rumahtangga. Pokoknya, Rita – Dahlan 45, sebagai pasangan suami istri merupakan keluarga sakinah, meski di rumah juga tak ada pembantu bernama Sukinah.
Tapi sejak Bu Rita dipindahkan ke SD yang baru, perangainya berubah drastis. Ini terjadi sejak 4 tahun lalu. Berulang kali terjadi, pukul 02.00 dinihari baru tiba di rumah. Alasannya ada rapat di sekolah. Awalnya Dahlan sebagai suami percaya saja. Tapi beberapa waktu kemudian dilapori anaknya yang berusia 10 tahun bahwa tadi pukul 21.00 malam ibunya dijemput lelaki dan dibawa naik mobil. ”Saya takut mama diculik, Pak!” ratap si anak.
Berdasarkan nomer plat mobil yang dipakai lelaki itu, akhirnya terlacak bahwa pelakunya adalah Agus, 30, oknum PNS di  Pemda Balikpapan. Dahlan pun mendatangi lelaki itu. Apa maunya sih malam-malam bawa istri orang. ”Kalau kamu memang demen sama istri saya, silakan saja diminta baik-baik, jangan main kucing-kucingan.” tantang Dahlan saking kesalnya.
Kala itu Agus minta maaf dan berjanji takkan mengulangi lagi. Tapi ternyata itu hanya janji yang penuh kebohongan. Sebab ketika diajak kembali oleh Rita untuk melanjutkan perselingkuhannya, masih jalan juga. Bagi Bu Guru, sepertinya Agus ini memang pria sejati yang sangat didambakan. Karena usia jauh lebih muda dari suaminya, ibarat sepakbola Agus ini sangat mahir menggiring bola. Jika tendangan bola itu diplintir, Bu Rita sampai kelojotan menerimanya. Tahu-tahu golllll…… begitu saja.
Beberapa hari lalu Dahlan menerima laporan bahwa istrinya sedang bersuka ria dengan ”brondong”-nya di sebuah hotel kawasan Sepinggan. Segera dia meluncur ke sana. Sayang pihak hotel tak mengizinkan dia masuk ke kamar Rita. Baru beberapa menit kemudian diizinkan setelah Dahlan membawa polisi. Tapi semuanya sudah terlambat karena Rita – Agus sudah kabur.
Skandal itu dilaporkan Dahlan ke polisi, sehingga praktisi mesum itu ditangkap. Dalam pemeriksaan, Rita – Agus mengakui bahwa sudah berhubungan intim berkali-kali. Hal ini menguatkan tekad Dahlan untuk memenjarakan keduanya, termasuk dipecat pula sebagai PNS. ”Sudah diperingatkan, kok tak kapok juga. Kurang sabar bagaimana saya?” ujarnya berapi-api.
Cuma kurang joss, ngkali Mas!
(JPNN/Gunarso TS) 

(sumber)

Rabu, 01 Januari 2014

Menikah Sangat Terlambat Eh Istri Malah Punya PIL

nah-sub 


BANYAK lelaki telat kawin karena kemiskinan. Anton, 44, dari Malang (Jatim) begitu juga. Usia kepala 4 baru nikah. Tapi celaka tiga belas, baru beberapa tahun berkeluarga, Ginuk, 28, istrinya malah punya PIL. Dinasihati baik-baik tak mau sadar, ya sudah dikirim saja ke alam barzah lewat tusukan belati. Juss…..
Banyak lelaki telat menikah karena mengejar karier. Jika sudah sukses, punya rumah dan mobil bagus, baru berani mikir kendaraan yang pakai jilbab. Akibatnya usia sudah kepala tiga lebih, baru punya istri. Nanti ketika anak-anak tengah butuh biaya banyak untuk pendidikan, sang bapak sudah pensiun. Mending kalau hanya kantong tipis, banyak pula yang penyakitan. Yang dulu dia Kepala SD, sekarang kena penyakit pengapuran gara-gara dulu sering nulis pakai……kapur!
Anton dari Kelurahan Gempol, Kecamatan Sukun, Kota Malang, beda lagi masalahnya. Dia menikah sangat kasep bukan mengejar karier, tapi lantaran dibelit kemiskinan. Sampai usia kepala 4, dia tak punya pekerjaan tetap. Walhasil setiap cewek yang didekati, pasti minggir cari selamat. Sebab bisa dipastikan, lelaki model begini akhirnya malah akan jadi beban ekonomi mertua. Tak dibantu, cucu kelaparan. Dibantu jadi keenakan si bapak yang hanya numpang hidup.
Akhirnya, dalam usia 41 tahun Anton menikah, dengan Ginuk yang terpaut usia hingga 16 tahun. Entah kenapa gadis yang satu ini mau dinikahi perjaka tua yang tak punya apa-apa ini. Mungkin dia bersandar pada takdir, bahwa memang dia harus jadi jodoh Anton yang miskin. Bukankah soal jodoh, rejeki dan kematian itu hanya Allah yang menentukan.
Ironisnya, meski sudah ada istri dan kemudian anak, Anton tak juga memicu semangat kerjanya untuk mencari duit lebih banyak. Dia tetap saja Anton yang dulu, yang lamban dan kurang inisiatip. Akhirnya seperti yang sudah diprediksikan, keluarga Anton banyak menerima bantuan lunak dari keluarga Ginuk. ”Habisnya, daripada cucu nangis kelaparan.” kata sang mertoku.
Ginuk sendiri tak betah terus-terusan hidup dalam kemiskinan. Ketika ada lelaki juah lebih muda datang dan menjanjikan cinta dan ekonomi, dia pun terpikat olehnya. Sejak itu dia membagi cintanya pada Anton dan Dipo, 32. Anton selaku suami setiap minta dikasih, wong memang jatahnya. Tapi jika Dipo minta pula, dikasihnya juga dengan lebih bersemangat. Namanya juga jauh lebih muda dari suaminya, tentu saja sepakterjangnya di ranjang sangat luar biasa.
Lama-lama aksi mesum Ginuk tercium oleh Anton. Sebagai suami, tentu saja dia marah cintanya diduakan. Apa lagi ”aset” miliknya yang sangat berharga juga sudah ditawarkan dinikmati lelaki lain yang bukan haknya. Ingin rasanya dia menceraikan. Tapi nanti bagaimana nasib anaknya semata wayang? Ikut Ginuk bakal ketemu ayah tiri. Ikut dirinya bakal ketemu ibu tiri. ”Itu pun kalau saya laku lagi,” kata batin Anton seakan menyadari kekurangannya.
Setelah beberapa hari tak pulang, kemarin dulu ditemukan istrinya sedang jalan bersama PIL-nya pada sebuah warnet di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Kembali Ginuk diajak baik-baik agar pulang dan lupakan PIL-nya. Tapi dia tak mau juga, bahkan memukuli suami di depan publik. Tentu saja Anton jadi malu dan jengkel. Belati yang ada di sakunya langsung ditusukkan berkali-kali sehingga Ginuk wasalam di tempat. “Semula belati ini hanya untuk jaga-jaga,” kata Anton di depan polisi.
Untuk jaga-jaga, akhirnya kok buat jagal istri? (BJ/Gunarso TS)

(SUMBER)