Kamis, 02 Januari 2014

Begawan Wisrawa Modern Menggasak Calon Mantu

30-DES


Andaikan wayang, Samrodin, 45, ini Begawan Wisrawa. Betapa tidak? Melamar gadis Samini, 18, untuk anak lelakinya, eh….malah dipakai sendiri. Itupun menggunakan cara tak patut, bahkan biadab. Calon mantu itu diajak jalan-jalan, lalu di tempat sepi disetubuhinya dengan paksa. Tentu saja calon besan mencak-mencak.
Dalam kisah perwayangan, Begawan Wisrawa dari Lokapala bermaksud mencarikan istri untuk anak lelakinya, Prabu Danaraja. Dilamarlah kemudian Dewi Sukesi dari negeri Ngalengka. Namun ternyata, sang begawan naafsu sendiri pada calon menantu. Dengan alasan mengajarkan ilmu Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, putri Prabu Sumali itu berhasil dinodai hingga hamil. Tentu saja Prabu Danaraja kalap dan hampir membunuh ayah kandungnya.
Kelakuan Samrodin dari Bangkalan (Madura) ini identik dengan Begawan Wisrawa. Tapi karena dalam jagad modern tak boleh main hakim sendiri, si anak lelaki, Ajis, 20, hanya pasrah mengalah. Bagaimana dengan calon besan? Mereka marah-marah karena Samrodin telah merusak masa depan calon menantunya. ”Dia itu masih familiku juga, tapi kok tega-teganya memperkosa anakku,” kata orangtua gadis Samini.
Gadis Samini memang hidup sekampung dengan Ajis di Dusun Laok Leke Desa Petengteng Kecamatan Modung. Ternyata anak muda itu kemudian ada hati dengan Samini, sehingga dia minta pada ayahnya untuk melamarkannya. Sebagai ayah yang baik, Samrodin pun segera memenuhi permintaan sang anak. Dia segera melamar Samini dan calon besan memberi lampu hijau. Kapan diresmikan menjadi suami istri, masih menunggu hari baik.
Ternyata diam-diam Samrodin ini juga nginceng atau menaksir Samini yang mulai tumbuh mekar bak bunga di taman. Saat mendengan permintaan Ajis, dia merasa kaget juga karena ternyata kalah set. Tapi sebagai ayah, mana mungkin Samrodin bilang, ”Jangan nak, itu mau bapak pakai sendiri!” Apapun alasannya, ayah kudu mengalah demi anak.
Tapi jika setan sudah mulai intervensi, hil-hil yang mustahal bisa saja terjadi. Samrodin yang tadinya welcome atas niat anaknya, belakangan mau mengorbankan anak asalkan dirinya enak. Maklumlah, Samini ini memang lumayan cantik, bodi sekel nan cemekel. Dia pun memprediksi, meski penampilan gadis itu bisa bikin deg-degan, tapi tentu sangat nyaman di bawah lambung.
Beberapa hari lalu Samini minta diantar mertuanya ke Kecamatan Galis. Kesempatan emas ini tak disia-siakan. Segera saja calon mantu diboncengkannya sepeda motor ke daerah tujuan. Tapi di jalan yang sepi di Desa Kajuanak, Kecamatan Galis, tiba-tiba sepeda motor dihentikan, lalu berhenti di tempat yang rimbun dengan alasan istirahat sejenak. Padahal…….
Mendadak saja Samini disergap dan dipaksa melayani kebutuhan biologisnya. Semula gadis itu menolak dan berteriak. Tapi lantaran sepi jauh dari perkampungan, sia-sia saja Samini berteriak. Walhasial, siang itu “aset” miliknya yang mustinya menjadi hal Ajis selaku suami kelak, diserobot paksa oleh calon mertua bejat ini.
Samrodin sempat mengantarkan Samini pulang. Tapi setibanya di rumah gadis malang itu melaporkan pada orangtuanya, perihal nasib yang baru saja dialami. Sudah barang tentu orangtua marah-marah dan Samrodin pun dilaporkan ke polisi. Yang kasihan tentu saja Ajis, ayah masuk tahanan, barang miliknya kadung diserobot orang.
Mau cari yang lain lagi? Tega amat Bleh. (JPNN/Gunarso TS)  

(sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar