KURANG apa kesabaran Ninuk, 37, sebagai istri? Suami main selingkuh masih dimaklumi saja. Tapi yang bikin marah, selingkuh yang kedua kalinya ini WIL Darto, 40, sampai hamil. Kontan saja pasangan mesum itu digerebek dan dilaporkan ke polisi. Kata Ninuk, waluh jatuh di kerikil, selingkuh kok sampai hamil.
Sebetulnya, istri cap apa pun takkan rela suaminya main perempuan alias selingkuh. Tapi jika hal itu sudah menjadi “hobi” suami, bagaimana bisa menghambat. Maka dalam kondisi kepepet, seorang ibu rumahtangga terpasa permisif ketika suami mengkhianati perkawinannya. Cuma pesannya, selingkuh silakan saja, tapi jangan sampai hamil. Sebab jika dituntut menikahi, akan bikin berantakan rumahtangga sebelumnya.
Salah satu perempuan paling sabar di Kabupaten Situbondo (Jatim) ini adalah Ninuk, warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Dengan pertimbangan demi menyelamatkan keluarga, dia memaklumi saja ketika suaminya punya hobi main perempuan. Dia pernah bertamsil ibarat begini, “Silakan mas “nyate” di luaran, yang penting jangan sampai bawa pulang kambing.”
Darto suami Ninuk ini memang keterlaluan. Orang punya hobi kan biasanya yang positif, misalnya main bola, tenis atau bulutangkis. Lha kok dia ini malah main…… perempuan. Mentang-mentang pas usia 40 tahun, dalam usia puber kedua lalu urusan syahwat dimanjakan? Enak betul jadi lelaki, baru bisa masak kentel barang sedikit sudah mulai berlagu.
Sebagai PNS karier Darto memang sedang moncer. Sudah ditempatkan di pos yang basah, masih sering pula ditugaskan ke luar, jadi pasti dapat uang lebihan. Sayangnya, uang itu bukan di bawa pulang ke rumah, melainkan buat royal perempuan. Yang dibawa ke rumah hanya uang gaji saja, sedangkan tambahan-tambahan yang disebutnya ”dhuwit lanang”, orang rumah tak perlu tahu.
Lama-lama Ninuk tahu juga bahwa duit suaminya banyak yang diivestasikan di bidang selangkangan. Awalnya dia marah juga suami kelakuannya begitu, sehingga Darto pun diomeli habis-habisan. Tapi jawaban lelaki ini malah angin-anginan. Katanya, ”Memangnya masalah buat elu?”
Ya masalah, dong! Tapi karena kemudian Darto mengancam akan menyetop dana ke rumah, akhirnya Ninuk terpaksa diam dan mencoba memaklumi hobi suami. Sebab jika memilih cerai, akan berakibat anak-anak jadi korban. Padahal anak yang di tangan ayah atau ibu tiri akan selalu menderita. ”Biarkan aku menderita, yang penting anak-anak tetap bahagia.” begitu kata Ninuk seakan mupus (terima nasib).
Tapi rupanya Darto semakin nekad. Saat punya WIL baru bernama Ida, dia jadi jarang tidur di rumah, melainkan nginep di rumah gendakannya di Desa Kedungloh kecamatan yang sama. Yang membuat Ninuk marah, dengan WIL terbarunya ini perbuatan amoral Darto sampai menyebabkan perempuan itu hamil. Ini kan sama saja: woh waluh tiba krikil, wong selingkuh kok hamil.
Beberapa hari lalu Ninuk nekad melabrak ke rumah Ida. Dia juga mengerahkan warga untuk menggerebek mereka biar malu. Dan ketika pintu rumah dibuka paksa, keduanya memang sedang berduaan di ranjang seperti laiknya suami istri saja. Kontan Ninuk juga melaporkannya ke Pemda Situbondo tempat Darto bekerja. Bila perlu suami dipecat tak apa, sudah kadung mangkel kok.
Ibarat masakan, sampai gosong karena Darto kasep ngangkat. (BJ/Gunarso TS)
(sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar