Jumat, 10 Januari 2014

Bukan Lagi Istrinya Masih Mau Dimonopoli

nah-1-sub


JIKA PA (Pengadilan Agama) sudah memutus: cerai, maka suami istri pun putus hubungan dengan nyamuk. Tapi Mangudi, 35, dari Bantul ini aneh. Pawiti, 27, bekas istrinya maunya masih dimonopoli. Gara-gara Dikin, 28, ngotot mau menikahi bekas istrinya, Mangudi kalap dan dicluritlah lelaki itu sampai luka parah.
Talak satu atau talak tiga, menjadikan lelaki tak punya hak lagi atas wanita yang selama ini diajak tidur dan ditiduri. Cuma bedanya, jika talak satu proses rujuknya lebih mudah, talak tiga lebih ribet dan repot. Bagaimana tidak? Jika suami menghendaki, dia boleh rujuk lagi dengan syarat sudah dikawin dulu oleh lelaki lain. Itu pun tak boleh hanya formalitas. Maksudnya: perempuan itu harus disetubuhi dulu, baru diceraikan dan kemudian dirujuk lagi oleh suami pertama.
Agaknya Mangudi dalam posisi seperti ini. Dia memang sudah bercerai talak satu dengan istrinya. Tapi perceraian itu terjadi bukan kehendaknya, melainkan maunya bini. Lantaran alasan Pawiti maton (masuk akal), majelis hakim PA pun mengabulkan. Begitu palu hakim berbunyi thok terothok thok….. (memangnya ketoprak ? – Red), detik itu juga Mangudi sudah kehilangan istri dan resmi jadi duda.
Sebetulnya Mangudi masih mencintai Pawiti, sehingga mumpung talaknya baru satu, kemungkinan untuk rujuk kembali lebih terbuka. Maka meski kini dia sudah putus hubungan dengan nyamuk, eh Pawiti, dia masih memonitor segala gerak-gerik dan perkembangan bekas istrinya tersebut. Maksudnya, nanti jika ekonomi sudah membaik, dia mau merujuk lagi Pawiti sebagai istri.
Tapi rupanya Pawiti sudah patah arang dengan Mangudi. Karenanya begitu putus dengan suaminya, dia segera mencari tokoh alternatif. Ibarat bursa Capres begitu, ya jangan Megawati dan Prabowo melulu, sekal-kali ambil yang lebih muda dan fresh seperti Jokowi apa Mahfud MD. Maka begitu dia kenal dengan  Dikin yang muda dan enerjik, dia langsung mendeklarasikannya sebagai pacar, tanpa menunggu Pileg 9 April mendatang.
Mendengar kabar ini, tentu saja Mangudi panik, apalagi elektabilitas Dikin makin meroket. Diam-diam dia mendekati lelaki itu dan mengingatkan agar mundur saja, sebab nantinya Pawiti mau dirujuk lagi sebagai istri. Ketimbang punya musuh, Dikin sebetulnya mau saja mundur dari konvensi calon suami. Tapi ternyata Pawiti meyakinkan, bahwa sampai kapan pun tak sudi lagi rujuk dengan Mangudi. ”Maju terus, hanya sampeyan calon suamiku yang bisa diterima pasar.” kata wanita dari Manding Serut, Sabdodadi Bantul (DIY) itu.
Pasar di  Kabupaten Bantul kan banyak, itu berarti dukungan untuk Dikin semakin kuat. Oleh karena itu meski sudah diingatkan kembali oleh Mangudi, kini Dikin bergeming. Bahkan dia bersemboyan: sadumuk bathuk sanyari bumi (siap membela sampai mati) demi Pawiti. Bahkan Mangudi diledeknya: Naik haji ke kota Mekah, oleh-olehnya barang elektronik.  Sini yang mau menikah, kok sampeyan yang panik!
Melihat sikap dan tekad Dikin – Pawiti, menjadikan Mangudi kehilangan peluang. Keluarlah wataknya yang asli, diajak main alus nggak bisa, ya harus dikasar. Makanya saat melihat dua sejoli itu boncengan motor, langsung saja dicegat. Dikin yang masih duduk di jok motor disabet clurit. Tak sampai mati memang, tapi harus masuk Rumah Sakit karena luka di kepalanya cukup serius.
Demi cinta, hampir bertaruh nyawa. (HJ/Gunarso TS)  

(sumber)

Kamis, 02 Januari 2014

Waluh Jatuh di Kerikil, Selingkuh Sampai Hamil

NID-27Des

KURANG apa kesabaran Ninuk, 37, sebagai istri? Suami main selingkuh masih dimaklumi saja. Tapi yang bikin marah, selingkuh yang kedua kalinya ini WIL Darto, 40, sampai hamil. Kontan saja pasangan mesum itu digerebek dan dilaporkan ke polisi. Kata Ninuk, waluh jatuh di kerikil, selingkuh kok sampai hamil.
Sebetulnya, istri cap apa pun takkan rela suaminya main perempuan alias selingkuh. Tapi jika hal itu sudah menjadi “hobi” suami, bagaimana bisa menghambat. Maka dalam kondisi kepepet, seorang ibu rumahtangga terpasa permisif ketika suami mengkhianati perkawinannya. Cuma pesannya, selingkuh silakan saja, tapi jangan sampai hamil. Sebab jika dituntut menikahi, akan bikin berantakan rumahtangga sebelumnya.
Salah satu perempuan paling sabar di Kabupaten Situbondo (Jatim) ini adalah Ninuk, warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Dengan pertimbangan demi menyelamatkan keluarga, dia memaklumi saja ketika suaminya punya hobi main perempuan. Dia pernah bertamsil ibarat begini, “Silakan mas “nyate” di luaran, yang penting jangan sampai bawa pulang kambing.”
Darto suami Ninuk ini memang keterlaluan. Orang punya hobi kan biasanya yang positif, misalnya main bola, tenis atau bulutangkis. Lha kok dia ini malah main…… perempuan. Mentang-mentang pas usia 40 tahun, dalam usia puber kedua lalu urusan syahwat dimanjakan? Enak betul jadi lelaki, baru bisa masak kentel barang sedikit sudah mulai berlagu.
Sebagai PNS karier Darto memang sedang moncer. Sudah ditempatkan di pos yang basah, masih sering pula ditugaskan ke luar, jadi pasti dapat uang lebihan. Sayangnya, uang itu bukan di bawa pulang ke rumah, melainkan buat royal perempuan. Yang dibawa ke rumah hanya uang gaji saja, sedangkan tambahan-tambahan yang disebutnya ”dhuwit lanang”, orang rumah tak perlu tahu.
Lama-lama Ninuk tahu juga bahwa duit suaminya banyak yang diivestasikan di bidang selangkangan. Awalnya dia marah juga suami kelakuannya begitu, sehingga Darto pun diomeli habis-habisan. Tapi jawaban lelaki ini malah angin-anginan. Katanya, ”Memangnya masalah buat elu?”
Ya masalah, dong! Tapi karena kemudian Darto mengancam akan menyetop dana ke rumah, akhirnya Ninuk terpaksa diam dan mencoba memaklumi hobi suami. Sebab jika memilih cerai, akan berakibat anak-anak jadi korban. Padahal anak yang di tangan ayah atau ibu tiri akan selalu menderita. ”Biarkan aku menderita, yang penting anak-anak tetap bahagia.” begitu kata Ninuk seakan mupus (terima nasib).
Tapi rupanya Darto semakin nekad. Saat punya WIL baru bernama Ida, dia jadi jarang tidur di rumah, melainkan nginep di rumah gendakannya di Desa Kedungloh kecamatan yang sama. Yang membuat Ninuk marah, dengan WIL terbarunya ini perbuatan amoral Darto sampai menyebabkan perempuan itu hamil. Ini kan sama saja: woh waluh tiba krikil, wong selingkuh kok hamil.
Beberapa hari lalu Ninuk nekad melabrak ke rumah Ida. Dia juga mengerahkan warga untuk menggerebek mereka biar malu. Dan ketika pintu rumah dibuka paksa, keduanya memang sedang berduaan di ranjang seperti laiknya suami istri saja. Kontan Ninuk juga melaporkannya ke Pemda Situbondo tempat Darto bekerja. Bila perlu suami dipecat tak apa, sudah kadung mangkel kok.
Ibarat masakan, sampai gosong karena Darto kasep ngangkat. (BJ/Gunarso TS) 

(sumber)

Begawan Wisrawa Modern Menggasak Calon Mantu

30-DES


Andaikan wayang, Samrodin, 45, ini Begawan Wisrawa. Betapa tidak? Melamar gadis Samini, 18, untuk anak lelakinya, eh….malah dipakai sendiri. Itupun menggunakan cara tak patut, bahkan biadab. Calon mantu itu diajak jalan-jalan, lalu di tempat sepi disetubuhinya dengan paksa. Tentu saja calon besan mencak-mencak.
Dalam kisah perwayangan, Begawan Wisrawa dari Lokapala bermaksud mencarikan istri untuk anak lelakinya, Prabu Danaraja. Dilamarlah kemudian Dewi Sukesi dari negeri Ngalengka. Namun ternyata, sang begawan naafsu sendiri pada calon menantu. Dengan alasan mengajarkan ilmu Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, putri Prabu Sumali itu berhasil dinodai hingga hamil. Tentu saja Prabu Danaraja kalap dan hampir membunuh ayah kandungnya.
Kelakuan Samrodin dari Bangkalan (Madura) ini identik dengan Begawan Wisrawa. Tapi karena dalam jagad modern tak boleh main hakim sendiri, si anak lelaki, Ajis, 20, hanya pasrah mengalah. Bagaimana dengan calon besan? Mereka marah-marah karena Samrodin telah merusak masa depan calon menantunya. ”Dia itu masih familiku juga, tapi kok tega-teganya memperkosa anakku,” kata orangtua gadis Samini.
Gadis Samini memang hidup sekampung dengan Ajis di Dusun Laok Leke Desa Petengteng Kecamatan Modung. Ternyata anak muda itu kemudian ada hati dengan Samini, sehingga dia minta pada ayahnya untuk melamarkannya. Sebagai ayah yang baik, Samrodin pun segera memenuhi permintaan sang anak. Dia segera melamar Samini dan calon besan memberi lampu hijau. Kapan diresmikan menjadi suami istri, masih menunggu hari baik.
Ternyata diam-diam Samrodin ini juga nginceng atau menaksir Samini yang mulai tumbuh mekar bak bunga di taman. Saat mendengan permintaan Ajis, dia merasa kaget juga karena ternyata kalah set. Tapi sebagai ayah, mana mungkin Samrodin bilang, ”Jangan nak, itu mau bapak pakai sendiri!” Apapun alasannya, ayah kudu mengalah demi anak.
Tapi jika setan sudah mulai intervensi, hil-hil yang mustahal bisa saja terjadi. Samrodin yang tadinya welcome atas niat anaknya, belakangan mau mengorbankan anak asalkan dirinya enak. Maklumlah, Samini ini memang lumayan cantik, bodi sekel nan cemekel. Dia pun memprediksi, meski penampilan gadis itu bisa bikin deg-degan, tapi tentu sangat nyaman di bawah lambung.
Beberapa hari lalu Samini minta diantar mertuanya ke Kecamatan Galis. Kesempatan emas ini tak disia-siakan. Segera saja calon mantu diboncengkannya sepeda motor ke daerah tujuan. Tapi di jalan yang sepi di Desa Kajuanak, Kecamatan Galis, tiba-tiba sepeda motor dihentikan, lalu berhenti di tempat yang rimbun dengan alasan istirahat sejenak. Padahal…….
Mendadak saja Samini disergap dan dipaksa melayani kebutuhan biologisnya. Semula gadis itu menolak dan berteriak. Tapi lantaran sepi jauh dari perkampungan, sia-sia saja Samini berteriak. Walhasial, siang itu “aset” miliknya yang mustinya menjadi hal Ajis selaku suami kelak, diserobot paksa oleh calon mertua bejat ini.
Samrodin sempat mengantarkan Samini pulang. Tapi setibanya di rumah gadis malang itu melaporkan pada orangtuanya, perihal nasib yang baru saja dialami. Sudah barang tentu orangtua marah-marah dan Samrodin pun dilaporkan ke polisi. Yang kasihan tentu saja Ajis, ayah masuk tahanan, barang miliknya kadung diserobot orang.
Mau cari yang lain lagi? Tega amat Bleh. (JPNN/Gunarso TS)  

(sumber)

Guru SD Pulang Mengajar Kok Pukul 02.00 Dinihari

nah-sub

INI Bu Guru cap apa, pulang mengajar di SD kok sering pukul 02.00 dinihari. Usut punya usut, Bu Guru Rita, 39, ternyata sedang punya PIL. Terbukti beberapa hari lalu sempat digereebek suami sedang kelonan bersama cem-cemannya di sebuah hotel, Sepinggan, Balikpapan (Kaltim). Tentu saja suaminya mencak-mencak.
Selambat-lambatnya guru SD pulang mengajar, paling-paling jam 14.00 siang. Jika mengajar sore, tiba di rumah paling kasep juga pukul 18.00. Tak ada ceritanya guru SD berangkat pukul 06.00 pagi tiba di rumah pukul 02.00. Lalu ngapain saja dia di sekolah? Memangnya murid mau dilembur pelajaran sampai belasan jam? Capek deh…..
Tapi Bu Guru Rita yang tinggal di Gunung IV Margomulyo, Balikpapan Barat, ini sungguh lain dari yang lain. Berangkat pagi, tapi sering kali tiba di rumah baru pukul 02.00 dinihari. SD Negri biasa maupun yang bertaraf internasional, takkan pernah ada yang jam belajar-mengajarnya seperti itu. Ternyata, ini semua bisa terjadi lantaran Bu Rita bukan mengajar murid, tapi malah “dihajar” PIL-nya di dalam hotel. Anehnya, meski dihajar habis-habisan, Bu Guru malah merem melek dan ketagihan.
Awalnya Rita memang Bu Guru yang baik. Dia tak pernah melupakan tugasnya sebagai pendidik, dan juga kewajiabannya sebagai ibu rumahtangga. Pokoknya, Rita – Dahlan 45, sebagai pasangan suami istri merupakan keluarga sakinah, meski di rumah juga tak ada pembantu bernama Sukinah.
Tapi sejak Bu Rita dipindahkan ke SD yang baru, perangainya berubah drastis. Ini terjadi sejak 4 tahun lalu. Berulang kali terjadi, pukul 02.00 dinihari baru tiba di rumah. Alasannya ada rapat di sekolah. Awalnya Dahlan sebagai suami percaya saja. Tapi beberapa waktu kemudian dilapori anaknya yang berusia 10 tahun bahwa tadi pukul 21.00 malam ibunya dijemput lelaki dan dibawa naik mobil. ”Saya takut mama diculik, Pak!” ratap si anak.
Berdasarkan nomer plat mobil yang dipakai lelaki itu, akhirnya terlacak bahwa pelakunya adalah Agus, 30, oknum PNS di  Pemda Balikpapan. Dahlan pun mendatangi lelaki itu. Apa maunya sih malam-malam bawa istri orang. ”Kalau kamu memang demen sama istri saya, silakan saja diminta baik-baik, jangan main kucing-kucingan.” tantang Dahlan saking kesalnya.
Kala itu Agus minta maaf dan berjanji takkan mengulangi lagi. Tapi ternyata itu hanya janji yang penuh kebohongan. Sebab ketika diajak kembali oleh Rita untuk melanjutkan perselingkuhannya, masih jalan juga. Bagi Bu Guru, sepertinya Agus ini memang pria sejati yang sangat didambakan. Karena usia jauh lebih muda dari suaminya, ibarat sepakbola Agus ini sangat mahir menggiring bola. Jika tendangan bola itu diplintir, Bu Rita sampai kelojotan menerimanya. Tahu-tahu golllll…… begitu saja.
Beberapa hari lalu Dahlan menerima laporan bahwa istrinya sedang bersuka ria dengan ”brondong”-nya di sebuah hotel kawasan Sepinggan. Segera dia meluncur ke sana. Sayang pihak hotel tak mengizinkan dia masuk ke kamar Rita. Baru beberapa menit kemudian diizinkan setelah Dahlan membawa polisi. Tapi semuanya sudah terlambat karena Rita – Agus sudah kabur.
Skandal itu dilaporkan Dahlan ke polisi, sehingga praktisi mesum itu ditangkap. Dalam pemeriksaan, Rita – Agus mengakui bahwa sudah berhubungan intim berkali-kali. Hal ini menguatkan tekad Dahlan untuk memenjarakan keduanya, termasuk dipecat pula sebagai PNS. ”Sudah diperingatkan, kok tak kapok juga. Kurang sabar bagaimana saya?” ujarnya berapi-api.
Cuma kurang joss, ngkali Mas!
(JPNN/Gunarso TS) 

(sumber)

Rabu, 01 Januari 2014

Menikah Sangat Terlambat Eh Istri Malah Punya PIL

nah-sub 


BANYAK lelaki telat kawin karena kemiskinan. Anton, 44, dari Malang (Jatim) begitu juga. Usia kepala 4 baru nikah. Tapi celaka tiga belas, baru beberapa tahun berkeluarga, Ginuk, 28, istrinya malah punya PIL. Dinasihati baik-baik tak mau sadar, ya sudah dikirim saja ke alam barzah lewat tusukan belati. Juss…..
Banyak lelaki telat menikah karena mengejar karier. Jika sudah sukses, punya rumah dan mobil bagus, baru berani mikir kendaraan yang pakai jilbab. Akibatnya usia sudah kepala tiga lebih, baru punya istri. Nanti ketika anak-anak tengah butuh biaya banyak untuk pendidikan, sang bapak sudah pensiun. Mending kalau hanya kantong tipis, banyak pula yang penyakitan. Yang dulu dia Kepala SD, sekarang kena penyakit pengapuran gara-gara dulu sering nulis pakai……kapur!
Anton dari Kelurahan Gempol, Kecamatan Sukun, Kota Malang, beda lagi masalahnya. Dia menikah sangat kasep bukan mengejar karier, tapi lantaran dibelit kemiskinan. Sampai usia kepala 4, dia tak punya pekerjaan tetap. Walhasil setiap cewek yang didekati, pasti minggir cari selamat. Sebab bisa dipastikan, lelaki model begini akhirnya malah akan jadi beban ekonomi mertua. Tak dibantu, cucu kelaparan. Dibantu jadi keenakan si bapak yang hanya numpang hidup.
Akhirnya, dalam usia 41 tahun Anton menikah, dengan Ginuk yang terpaut usia hingga 16 tahun. Entah kenapa gadis yang satu ini mau dinikahi perjaka tua yang tak punya apa-apa ini. Mungkin dia bersandar pada takdir, bahwa memang dia harus jadi jodoh Anton yang miskin. Bukankah soal jodoh, rejeki dan kematian itu hanya Allah yang menentukan.
Ironisnya, meski sudah ada istri dan kemudian anak, Anton tak juga memicu semangat kerjanya untuk mencari duit lebih banyak. Dia tetap saja Anton yang dulu, yang lamban dan kurang inisiatip. Akhirnya seperti yang sudah diprediksikan, keluarga Anton banyak menerima bantuan lunak dari keluarga Ginuk. ”Habisnya, daripada cucu nangis kelaparan.” kata sang mertoku.
Ginuk sendiri tak betah terus-terusan hidup dalam kemiskinan. Ketika ada lelaki juah lebih muda datang dan menjanjikan cinta dan ekonomi, dia pun terpikat olehnya. Sejak itu dia membagi cintanya pada Anton dan Dipo, 32. Anton selaku suami setiap minta dikasih, wong memang jatahnya. Tapi jika Dipo minta pula, dikasihnya juga dengan lebih bersemangat. Namanya juga jauh lebih muda dari suaminya, tentu saja sepakterjangnya di ranjang sangat luar biasa.
Lama-lama aksi mesum Ginuk tercium oleh Anton. Sebagai suami, tentu saja dia marah cintanya diduakan. Apa lagi ”aset” miliknya yang sangat berharga juga sudah ditawarkan dinikmati lelaki lain yang bukan haknya. Ingin rasanya dia menceraikan. Tapi nanti bagaimana nasib anaknya semata wayang? Ikut Ginuk bakal ketemu ayah tiri. Ikut dirinya bakal ketemu ibu tiri. ”Itu pun kalau saya laku lagi,” kata batin Anton seakan menyadari kekurangannya.
Setelah beberapa hari tak pulang, kemarin dulu ditemukan istrinya sedang jalan bersama PIL-nya pada sebuah warnet di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Kembali Ginuk diajak baik-baik agar pulang dan lupakan PIL-nya. Tapi dia tak mau juga, bahkan memukuli suami di depan publik. Tentu saja Anton jadi malu dan jengkel. Belati yang ada di sakunya langsung ditusukkan berkali-kali sehingga Ginuk wasalam di tempat. “Semula belati ini hanya untuk jaga-jaga,” kata Anton di depan polisi.
Untuk jaga-jaga, akhirnya kok buat jagal istri? (BJ/Gunarso TS)

(SUMBER) 

Jumat, 22 November 2013

Mau Membeli Tanah Atau Nyangkul `Sawah` Janda?

nah-sub




NGAKUNYA sih mau membicarakan soal pembelian tanah, tapi kok tengah malam? Warga pun menjadi curiga, dan saat digerebek Haris, 40, memang sedang mau ”nyangkul sawah” janda Marinah, 39. Gara-gara ulahnya, keduanya dipaksa bayar denda tanggung renteng Rp 9 juta.

Di daerah serambi Mekah (Aceh) urusan khalwat (perzinaan) sanksinya lumayan berat. Meski tak sampai dirajam, dicambuk berkali-kali di depan umum juga bisa bikin malu para pelakunya. Namun anehnya, meski sudah banyak yang kena cambuk, para praktisi mesum masih juga bermunculan, sehingga bikin sibuk pihak WH (Wasliyatul Hisbah) atau polisi syariat. Ada yang diselesaikan secara adat, ada pula yang benar-benar bilur-bilur pantatnya kena cambuk.

Haris adalah lelaki yang lumayan mujur. Meski sudah tertangkap basah masuk kamar janda tengah malam, dia tak diproses secara syariat Islam, kecuali hanya membayar denda Rp 9 juta. Yang Rp 6 juta dibayar oleh Haris, sedangkan sisanya yang Rp 3 juta dibebankan pada janda Marinah. Kalaupun sedikit memberatkan, denda itu dibayar paling lambat 3 hari setelah aksi mesum yang gagal tersebut.

Lelaki dari Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, KabupatenAceh Barat Daya ini, memang sedang hidup menduda. Tak jelas, duda cerai atau ditinggal mati istri. Yang jelas dia belakangan jadi demen blusukan macam Jokowi. Cuma bedanya, bila Gubernur Jakarta itu blusukan untuk membangun kota, Haris justru blusukan untuk pembangunan asmara. Tapi gayanya mirip-mirip juga, karena Haris juga sering mengajak wanita yang diincarnya dengan makan-makan bersama.

Dari hasil blusukan Haris, cintanya kini nyangkut pada janda dari Desa Pulau Kayu Kecamatan Susoh, di kabupaten yang sama. Sejak itu dia demen jalan dengan perempuan tersebut. Namanya orang lagi kasmaran, jalan-jalan siang hari saja tidaklah cukup. Haris kepengin juga blusukan ke kamar janda Marinah yang bodinya cukup menjanjikan tersebut. Kata orang, sekel nan cemekel, gitu.

Rupanya yang diblusuki senang-senang saja, terbukti Haris semakin rajin jalan malam hari ke rumah si doi. Asyik memang bagi keduanya, tapi sangat menggelisahkan bagi warga sekitarnya. Sebab penduduk tahu persis, mereka bukan muhirimnya. Kalau suami istri, juga tak ada pemberitahuan kapan nikahnya.

Warga Desa Pulau Kayu mulai menggugat kehadiran Haris yang sudah kadung menjadi sebuah rutinitas tersebut. Pamong setempat sepakat, bila lelaki itu masih juga datang tengah malam, akan digerebek langsung. Kalau perlu nantinya dinikahkan sekalian. Siapa yang membiayai? Alah, untuk nikah begituan kan tak perlu sponsor Dunhill segala, wong biaya nikah belum naik, hanya Rp 30.000,- di KUA.

Haris yang tak tahu rencana besar warga, malam itu kembali unclug-unclug bertandang ke rumah Marinah. Baru masuk rumah sekitar 1 jam, tahu-tahu digerebek penduduk. Buru-buru dia bersembunyi di balik almari. Tapi percuma dia sembunyi. Warga yang mendapatkannya segera membawa ke pos keamanan. “Saya bicara soal jual beli tanah saja kok,” begitu alasan Haris.

Ah, mana mungkin, urusan jual beli tanah kok tengah malam begitu. Setelah didesak-desak dengan penuh kesabaran, keduanya mengaku bahwa sempat bermesraan, tapi hanya koalisi tidak sampai eksekusi. Nah, dengan alasan itulah keduanya langsung diserahkan ke WH setempat. Tapi untunglah, keduanya tak sampai diproses lebih lanjut, kecuali dipaksa bayar denda Rp 9 juta berdua.

Sayang pantat, sayang pantat, Rp 9 juta murah! (JPNN/Gunarso TS) 


(SUMBER)

Duh Asyiknya Mandi Junub dengan Air Comberan

NID-22Nov



UNTUK suami istri, usai menjalankan “sunah rosul” selayaknya mandi junub dengan sabun wangi. Tapi namanya selingkuh macam Kuswandi – Risma, begitu kepergok mandi junubnya ya cukup dengan air comberan. Byar byurrr….. hingga njedindil kadinginan!

Merujuk Ilmu Fikih, suami istri yang selesai menjalankan “sunah rosul” wajib mandi yang diistilahkan sebagai mandi junub. Disunahkan pakai sabun wangi, misalnya sabun Lux yang di tahun 1965-an iklannya dikatakan: dipakai oleh sembilan dari sepuluh bintang film.

Jadi bila di kala itu yang pakai ada Lies Noor, Aminah Cendrakasih, Ida Nursanti, Mieke Wijaya, Nurnaningsih, Pitrajaya Burnama, Bambang Hermanto, Citra Dewi; Titien Sumarni; yang tidak pakai Lux cuma……Mak Wok!

Tapi bagi pasangan Kuswandi – Risma yang jelas-jelas bukan suami istri, haram hukumnya mandi junub dengan pakai sabun wangi. Maka yang dilakukan oleh warga Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka adalah, segera memandikan pasangan mesum itu dengan dinginnya air comberan yang berbau busuk dan anyir itu. Untung saja mereka tidak sampai digebuki habis-habisan, kecuali hanya ditonyo-tonyo dia punya kepala.

Kisah memalukan dari Serambi Mekah itu bermula dari rasa sepi yang menghimpit Risma, karena suaminya bekerja di bengkel Banda Aceh. Mereka hanya ketemu sebulan sekali, sehingga pasokan rasa rindu itu sangat kurang sekali. Untuk kalangan keluarga muda kan seminggu bia dipasok sampai 2-3 kali. Padahal Risma yang masih muda dan enerjik ini hanya terima jatah sebulan sekali. Bagaimana nggak kedinginan seperti layaknya di Eskimo?

Di kampungnya, Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka, Risma punya tetangga anak muda bernama Kuswandi, 35. Dia merupakan adik kandung seorang pejabat Pemkab Bireun yang kebetulan bertetangga dengan keluarga Risma. Ternyata anak muda ini termasuk pengamat wanita juga, khususnya yang nganggur-nganggur karena tak punya suami atau sedang jauh dari suami.

Melihat bodi dan penampilan Risma yang cantik serta enak digoyang dan perlu, ukuran celana Kuswandi langsung berubah dari S menjadi XL. Diam-diam dia mendekati perempuan itu, karena hakul yakin bahwa Risma sangat membutuhkan yang ”satu ini”.

Ternyata memang benar, bak orang ngantuk disorong bantal, Risma menyambut gegap gempita kehadiran Kuswandi, sehingga jadilah itu barang.

Buktinya, adik pejabat Pemkab itu asal situasinya aman secara mantap dan terkendali, diam-diam masuk ke kamar Risma, dan berbuatlah mereka bak pasangan suami istri saja. Pokoknya simbiosis mutualif lah, kerjasama yang saling mengasyikkan. Risma berhasil memperoleh apa yang selama ini dibutuhkan, dan Kuswandi juga puas karena telah berhasil ”menolong” tetangga yang sangat membutuhkan bantuannya.

Tetapi lama-lama praktek mesum para TTM (Tetangga Tapi Mesra) itu tercium warga. Di kala mereka sedang berasyik masyuk, tahu-tahu digerebek warga. Untung saja penduduk masih berbaik hati. Karena dia adik pejabat penting, warga hanya menonyo-nonyo kepala Kuswandi tanpa niat menempelengnya.

Lebih dari itu, sesuai dengan adat kampung tersebut, keduanya malam itu juga langsung dimandikan air got hingga menggigil kedinginan. Baru setelah itu diserahkan ke Wilayatul Hisbah, untuk diproses lebih lanjut.

Aduh, pantat mulus Risma bakal kena cambuk habis. (JPNN/Gunarso TS) 


(SUMBER)